Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Viral! Guru SD Lampung Utara Ngamuk Akibat Menu MBG Tak Layak Konsumsi

Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi.
Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi. (Dok. IDN Times).
Intinya sih...
  • Guru SD Lampung Utara marah karena makanan program MBG tak layak konsumsi
  • Tempe goreng dan buah anggur dalam kondisi tidak layak, disebut murid pahit dan busuk
  • Polisi melakukan penyelidikan terkait video viral tersebut di SDN 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Utara, IDN Times - Rekaman video seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Utara murka akibat menu makan bergizi gratis (MBG) yang telah membusuk ramai di media sosial (medsos).

Dari video yang diterima IDN Times, tampak seorang guru wanita mengenakan seragam warna khaki khas PNS terlihat menenteng sebuah sendok. Di hadapannya, terdapat sebuah ompreng masih berisikan menu lengkap MBG dan beberapa buah anggur di atas sebuah nampan stainless.

Di wadah makanan tersebut, sepotong tempe goreng terlihat dalam kondisi warna hampir menghitam. Selain itu, beberapa anggur juga tampak setengah bonyok seperti buah telah membusuk.

"Assalamualaikum. Ini ya, saya minta tolong sama yang punya dapur MBG. Kalau masih mau bekerja sama dengan baik, saya sudah puas sabar sama kamu orang ya. Dari 3 minggu kamu orang tidak beroperasional, kompensasi buat SD kami tidak ada. Tanggapan kamu orang pun tidak ada. Kamu orang pemberhentian satu pihak," serunya mengawali rekaman video.

1. Tegaskan tak layak konsumsi

Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi.
Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi. (Dok. IDN Times).

Masih dalam rekaman video tersebut, seorang guru tersebut meluapkan kekecewaannya terhadap penyedia dapur MBG dinilai tidak profesional. Ia menyoroti kondisi makanan diberikan kepada siswa, khususnya tempe goreng dan buah anggur tampak tidak layak konsumsi.

Selain itu, ia turut mempertanyakan tanggung jawab penyedia apabila makanan tersebut sampai dikonsumsi siswa dan menimbulkan dampak kesehatan. Menurutnya, peserta program MBG adalah anak-anak sekolah seharusnya mendapatkan makanan sehat dan aman.

“Ini binatang bukan, ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya yang punya MBG, ya! Ini penghinaan buat kami. Dana anggaran ini dari pemerintah, dari Bapak Presiden Prabowo. Ini saya lanjutin sampai ke beliau. Jangan dikira saya enggak bisa sampai sama dia, ya!," lanjutnya.

2. Para murid sebut tempe rasa pahit, sayuran berlendir

Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi.
Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi. (Dok. IDN Times).

Dalam video lainnya, sang guru bahkan sampai menginformasi langsung kepada sejumlah murid penerima manfaat program MBG tersebut. Beberapa pelajar masih berseragam SD lengkap itu memastikan makanan yang disuguhkan tidak layak dan enak.

"Nah ini ya, ini tempe tadi, ini tempe yang busuk, yang untuk guru-guru. Kamu orang tadi gimana rasa tempe kamu orang nak?," tanya sang guru.

"Pahit!," serunya para murid dengan kompak.

"Anggur kamu orang kayak mana?," timpal guru tersebut.

"Busuk!," jawab para murid.

"Jadi ini sayurnya rasanya?," kata si guru.

"Lendir!," imbuh sejumlah murid.

3. Polisi lakukan penyelidikan

Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi.
Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi. (Dok. IDN Times).

Terkait video beredar, Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan mengamini telah menerima peristiwa viral tersebut. Kata dia, rekaman video terjadi di SDN 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Senin (12/1/2025) pagi.

"Sudah dari grup Satgas BGN Pemkab Lampung Utara. Iya, masih pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dan lidik (terkait peristiwa dalam video)," imbuh Kapolres.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Jalan Rusak Belasan Tahun, Warga Desa di Lamsel Aksi Tebar Ikan Lele

12 Jan 2026, 19:45 WIBNews