Konflik AS-Israel Vs Iran: 438 Jemaah Lampung Umrah, Ada Belum Kembali

- Kemenhaj Lampung mengimbau jemaah umrah tetap waspada namun tidak panik di tengah konflik AS-Israel dan Iran, karena belum ada larangan resmi keberangkatan dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi.
- Bagi calon jemaah disarankan menunda keberangkatan sebagai langkah antisipasi, sementara 438 jemaah asal Lampung tercatat berangkat akhir Februari 2026 dan sebagian masih berada di Arab Saudi.
- Kondisi geopolitik saat ini tidak memengaruhi persiapan ibadah haji 2026 di Lampung, seluruh tahapan seperti manasik dan distribusi perlengkapan tetap berjalan sesuai rencana.
Bandar Lampung, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Lampung mengimbau jemaah umrah tetap waspada dan tidak panik menjalankan ibadah di Arab Saudi. Itu merujuk memanasnya situasi geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M Ansori mengatakan, pemerintah hingga saat ini belum mengeluarkan larangan maupun penghentian resmi terkait keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah, baik dari pemerintah Arab Saudi maupun dari pemerintah Indonesia.
“Kalau sampai hari ini belum ada surat penghentian atau larangan. Baik dari Saudi maupun dari pemerintah kita. Yang ada baru sebatas imbauan,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
1. Bagi calon jemaah dimintai penjadwalan ulang

Ansori menyampaikan, bagi calon jemaah yang belum berangkat dan memiliki jadwal keberangkatan dalam waktu dekat, disarankan mempertimbangkan penjadwalan ulang atau penundaan keberangkatan sebagai langkah antisipasi.
“Kalau bisa di-reschedule atau ditunda, sebaiknya ditunda dulu. Ini semata-mata untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah,” katanya.
Sementara bagi jemaah saat ini sudah berada di Mekkah maupun Madinah, ia meminta agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan tanpa kepanikan.
Ia menekankan pentingnya koordinasi intensif antara pimpinan rombongan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), maskapai, serta perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi.
“Jemaah jangan panik. Pimpinan travel atau PPIU harus terus berkoordinasi dengan maskapai, konsulat, dan Kementerian Luar Negeri. Sampai sekarang belum ada laporan gangguan serius dialami jemaah asal Lampung di Mekkah dan Madinah,” lanjut dia.
2. Catat 438 jemaah umrah asal Lampung di akhir Februari 2026

Menurut Ansori, potensi dampak yang perlu diantisipasi justru berada pada fase kepulangan jemaah. Apabila eskalasi konflik berdampak pada penundaan atau perubahan jadwal penerbangan.
“Kalau penundaan cuma hitungan jam mungkin masih bisa ditangani. Tapi kalau sampai beberapa hari, tentu akan berdampak pada akomodasi dan layanan jemaah,” ingatnya.
Terkait data jemaah asal Lampung, Ansori menyebutkan, Kanwil Kemenhaj masih melakukan pendataan terhadap PPIU. Hingga saat ini, tercatat 438 jemaah umrah asal Lampung berangkat pada akhir Februari 2026 melalui 14 PPIU. Sebagian di antaranya telah kembali, sementara sisanya masih berada di Arab Saudi.
"Selain dari itu, kami juga menghimpun terdapat 16 jemaah asal Kabupaten Pringsewu yang berangkat menggunakan travel dari luar Lampung dan dijadwalkan pulang pada 4 Maret 2026," tambahnya.
3. Kondisi geopolitik tidak pengaruhi persiapan ibadah haji

Meski situasi geopolitik tengah memanas, Ansori memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi rangkaian persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Ia menyebut, seluruh tahapan persiapan haji di Lampung tetap berjalan sesuai rencana.
Namun, Kanwil Kemenhaj Lampung akan terus memantau perkembangan situasi internasional dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat, apabila terdapat kebijakan resmi lanjutan terkait pelaksanaan ibadah umrah maupun haji.
“Persiapan haji tetap berjalan. Manasik sudah, pembentukan petugas sudah, dokumen berjalan, bahkan hari ini kami sedang mendistribusikan koper jemaah. Tidak ada yang dihentikan,” imbuh dia.


















