Jalan Rusak Belasan Tahun, Warga Desa di Lamsel Aksi Tebar Ikan Lele

- Warga Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Lampung Selatan, memprotes jalan rusak belasan tahun dengan aksi simbolik menebar ikan lele di kubangan jalan.
- Jalan berlubang dan berlumpur mengganggu mobilitas warga serta berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
- Warga berharap pemerintah daerah segera merespons dan memperbaiki jalan agar aktivitas kembali aman dan lancar.
Lampung Selatan, IDN Times - Warga Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar aksi protes menyoal kondisi jalan rusak disebut telah belasan tahun tak kunjung diperbaiki.
Dari video diterima IDN Times, aksi protes tersebut dilakukan dengan cara menebar ikan lele di kubangan jalan yang dipenuhi genangan air berwarna kecokelatan. Tak hanya itu, warga juga terlihat menyerok ikan lele menggunakan bakul hingga besek, layaknya sedang memanen ikan di kolam.
Sebelum memulai aksi simbolik tersebut, warga tampak berkumpul di badan jalan dan mengawali kegiatan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai.
1. Jalan rusak sudah berlangsung belasan tahun

Terkait aksi protes beredar di media sosial (Medsos) tersebut, Bagus, salah satu warga desa setempat mengaku aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah kabupaten setempat.
Menurutnya, pemerintah setempat dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur jalan di wilayah setempat, bahkan kondisi memprihatinkan tersebut sudah berlangsung belasan tahun.
“Jalan sudah sekitar 14 tahun tidak ada perbaikan. Makanya kami tebar ikan lele di kubangan air jalan Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Natar ini," ujarnya dikonfirmasi, Senin (12/1/2025).
2. Ganggu mobilitas hingga berisiko kecelakaan

Bagus melanjutkan, kondisi jalan berlubang dan berlumpur kerap menyulitkan aktivitas serta mobilitas warga, terutama saat memasuki musim penghujan. Genangan air menutupi lubang jalan hingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.
"Selain menghambat mobilitas, jalan rusak ini juga dinilai sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas," katanya.
3. Harap segera ditindaklanjuti pemerintah

Melalui aksi protes ini, Bagus menambahkan, warga desa kompak berharap pemerintah daerah segera merespons dan melakukan perbaikan jalan, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar dan aman.
"Mudah-mudahan lewat aspirasi ini bisa cepat ditindaklanjuti, gak apa-apa viral yang penting jalan desa kami bagus dan mulus," imbuh dia.

















