Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Peduli Kesenjangan Digital, Alumni Unila Dampingi Ribuan UMKM Melek AI

 Hermansyah Romadhona, alumnus Universitas Lampung (Unila) mengambil peran aktif dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan AI
Hermansyah Romadhona, alumnus Universitas Lampung (Unila) mengambil peran aktif dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan AI (Dok.Unila)
Intinya sih...
  • Hermansyah Romadhona mendirikan Ngontenpakeai.id karena melihat kesenjangan literasi digital pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi AI.
  • Lebih dari 2.500 pelaku UMKM dan kreator digital telah dijangkau melalui program pelatihan AI dari Ngontenpakeai.id.
  • Kelas daring dan luring diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dengan dampak positif yang dirasakan langsung oleh para peserta.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pesatnya perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan. Di tengah ketimpangan literasi digital tersebut, kepedulian terhadap kesenjangan edukasi justru mendorong Hermansyah Romadhona, alumnus Universitas Lampung (Unila) mengambil peran aktif dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kini, Hermansyah dikenal sebagai founder Ngontenpakeai.id, platform edukasi berfokus pada pemanfaatan AI secara praktis dan aplikatif. Melalui platform ini, Hermansyah menghadirkan pelatihan AI yang dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM dan kreator digital memahami serta menggunakan teknologi AI dalam aktivitas sehari-hari.

Mulai dari pembuatan konten promosi, pengelolaan pemasaran digital, hingga meningkatkan efisiensi kerja.

1. Alasan mendirikaan Ngontenpakeai.id

 Hermansyah Romadhona, alumnus Universitas Lampung (Unila) mengambil peran aktif dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan AI
Hermansyah Romadhona, alumnus Universitas Lampung (Unila) mengambil peran aktif dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan AI (Dok.Unila)

Hermansyah mengatakan, perjalanan membangun Ngontenpakeai.id berawal dari pengamatannya terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital dan AI yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM. Ia melihat banyak UMKM memiliki produk berkualitas, namun masih terkendala dalam pemasaran dan pengelolaan konten digital karena keterbatasan pemahaman teknologi.

Berangkat dari keresahan tersebut, alumni Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2010 itu mulai mempelajari AI secara mandiri. Ia mengikuti berbagai kelas dan webinar daring, baik yang gratis maupun berbayar, untuk memperdalam pemahaman tentang teknologi AI.

"Pengetahuan itu kemudian saya praktikkan secara langsung hingga akhirnya saya memberanikan diri membagikan konten edukasi berbasis AI melalui media sosial Instagram," ujarnya.

2. Menjangkau lebih dari 2.500 pelaku UMKM serta kreator digital

 Hermansyah Romadhona, alumnus Universitas Lampung (Unila) mengambil peran aktif dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan AI
Hermansyah Romadhona, alumnus Universitas Lampung (Unila) mengambil peran aktif dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan AI (Dok.Unila)

Hermansyah tak menyangka konten yang ia bagikan mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pelaku usaha mengaku terbantu karena materi disampaikan dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, dan langsung bisa dipraktikkan.

Melihat antusiasme tersebut, Hermansyah kemudian mengembangkan program pelatihan AI yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dalam enam bulan terakhir, pelatihan AI dikembangkan melalui Ngontenpakeai.id berjalan aktif dan menjangkau lebih dari 2.500 pelaku UMKM serta kreator digital dari berbagai daerah di Indonesia.

Jangkauan platform ini juga semakin luas melalui akun Instagram @ngontenpakeai.id yang kini memiliki lebih dari 44 ribu pengikut. Menurutnya, pelatihan yang diselenggarakan Ngontenpakeai.id dilaksanakan secara luring maupun daring. Mulai dari kelas berbasis grup WhatsApp, webinar nasional, hingga kelas tatap muka.

"Pendekatan pembelajaran digunakan menitikberatkan pada praktik langsung, dengan materi yang sederhana dan relevan dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM, seperti pembuatan konten promosi, desain visual, hingga pengelolaan pekerjaan harian menggunakan AI," jelasnya.

3. Ada kelas daring dan luring diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia

Ilustrasi kelas online (unsplash.com/Chris Montgomery)
Ilustrasi kelas online (unsplash.com/Chris Montgomery)

Hermansyah mengatakan, kelas daring berbasis grup WhatsApp yang berfokus pada pembuatan video promosi menggunakan AI itu telah berjalan hingga tujuh angkatan. Selain itu, kelas daring pembuatan foto produk berbasis AI juga telah terlaksana sebanyak tujuh angkatan dengan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Ngontenpakeai.id juga rutin menggelar webinar nasional melalui Zoom yang hingga kini telah berjalan dalam tiga angkatan. Tak hanya secara daring, ada juga kelas luring di Provinsi Lampung," katanya.

Menurutnya, hingga kini, kelas luring tersebut telah berjalan sebanyak 11 angkatan dan menjadi ruang belajar langsung bagi pelaku UMKM untuk mempraktikkan pemanfaatan AI secara nyata.

"Dampak dari pelatihan ini pun dirasakan langsung oleh para peserta. Sejumlah pelaku UMKM yang sebelumnya tidak terbiasa mengelola konten digital kini mampu menghasilkan materi promosi secara mandiri. Proses promosi yang sebelumnya memakan waktu lama juga menjadi lebih cepat, efisien, dan hemat biaya berkat pemanfaatan AI," kata Hermansyah.

4. Dapat penghargaan Inspiring Visionary Profesional Winner 2025

Ilustrasi penghargaan emas (freepik.com)
Ilustrasi penghargaan emas (freepik.com)

Konsistensi Hermansyah menghadirkan pelatihan yang berdampak mengantarkannya dipercaya menjadi narasumber di berbagai forum, mulai dari program talkshow Radio Republik Indonesia (RRI), Televisi Republik Indonesia (TVRI), hingga kegiatan di kampus, sekolah, asosiasi UMKM, serta berbagai webinar nasional.

Atas dedikasinya dalam mendampingi UMKM memanfaatkan teknologi AI, Hermansyah meraih penghargaan Inspiring Visionary Profesional Winner 2025 dalam ajang The Great Champions of Asia Award 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam menghadirkan pelatihan AI yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Bagi Hermansyah, penghargaan tersebut menjadi penguat langkah untuk terus berinovasi dan memperluas manfaat pelatihan AI bagi pelaku UMKM.

“Saya ingin mendorong transformasi digital yang terjangkau, praktis, dan tidak ribet secara teknis, sehingga UMKM bisa naik kelas tanpa perlu modal besar. Jika UMKM melek AI, dampaknya tidak hanya terasa pada bisnis mereka, tetapi juga pada ekonomi lokal dan daya saing bangsa,” ujarnya.

Ke depan, Ia berharap pelatihan AI bagi UMKM dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah. Menurutnya, kolaborasi antara edukator, komunitas, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk memperluas literasi AI secara merata serta mendorong pemanfaatan teknologi yang benar-benar berdampak bagi penguatan UMKM di Indonesia

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest Life Lampung

See More

Peduli Kesenjangan Digital, Alumni Unila Dampingi Ribuan UMKM Melek AI

08 Jan 2026, 14:59 WIBLife