Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Natal Oikoumene Lampung 2025, Momentum Perkuat Keluarga dan Sosial

IMG-20260106-WA0013.jpg
Panitia Perayaan Natal Oikoumene Tahun 2025. (IDN Times/Istimewa).
Intinya sih...
  • Penggalangan dana dan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Sumatra
  • Panitia bersama melibatkan berbagai unsur gereja
  • Perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Perayaan Natal Oikoumene Tahun 2025 bagi umat Kristiani di Provinsi Lampung digelar di Graha Wangsa Jalan Yos Sudarso Nomor 272, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Jumat (9/1/2026).

Dengan semangat kebersamaan, kasih, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi umat Kristiani untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus sekaligus memperkuat persatuan lintas denominasi gereja.

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Tanjungkarang RD. Adrianus Satu Manggo mengatakan, Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung Tahun 2025 mengusung tema nasional yang ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (bdk. Matius 1:21–24).

“Tema ini menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus adalah kelahiran Sang Penyelamat bagi seluruh umat manusia, dimulai dari keluarga sebagai dasar kehidupan bersama,” jelas Romo Manggo dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2025).

1. Penggalangan dana dan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Sumatra

Banjir di Sumatra Utara
Ilustrasi banjir di Sumatra Utara. (Dok. Ditjen Pas Kementerian Imipas)

Ketua Umum Perayaan Natal Oikoumene Umat Kristiani Provinsi Lampung Tahun 2025, Hartarto Lojaya menjelaskan, tujuan kegiatan ini antara lain mengajak umat Kristiani untuk bersyukur atas kasih Allah yang telah menganugerahkan Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus. Selain itu, membangun semangat kesatuan gereja sebagai satu tubuh Kristus, serta meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Rahim.

“Kegiatan diawali dengan Bakti Sosial pada 14 Desember 2025 pukul 09.00 WIB hingga selesai, kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Natal Oikoumene pada 9 Januari 2026 pukul 13.00–17.00 WIB,” kata dia.

Hartarto menambahkan, perayaan Natal Oikoumene tahun ini memiliki keistimewaan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah jumlah peserta yang diperkirakan meningkat hingga hampir 2.000 an orang.

Selain itu, kegiatan ini juga akan diwarnai dengan aksi solidaritas berupa penggalangan dana dan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Sumatra.

“Bakti sosial menjadi salah satu kegiatan yang paling berkesan. Sasaran baksos tahun ini meliputi Yayasan Pelita Kasih, Yayasan Rumah Kasih Jatimulyo, serta Pondok Pesantren Al Hikmah di Bandar Lampung,” jelasnya.

2. Panitia bersama melibatkan berbagai unsur gereja

ilustrasi kerjasama tim yang solid (pexels.com/fauxels)
ilustrasi kerjasama tim yang solid (pexels.com/fauxels)

Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung Tahun 2025 dilaksanakan oleh panitia bersama yang melibatkan berbagai unsur gereja, antara lain Keuskupan Tanjung Karang, PGIW Lampung, GGBI BPD Lampung, GMAHK Daerah Lampung, PGLII Wilayah Lampung, PGPI Wilayah Lampung, Gereja Advent, Gereja Babtis, serta PGTI Wilayah Lampung.

Ketua Komisi Hubungan antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawan Keuskupan Tanjungkarang Romo Philipus Suroyo Pr menyampaikan pesan Natal dan harapan bagi seluruh masyarakat Lampung. Romo Roy, begitu panggilan akrabnya mengajak semua pihak untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat keluarga, menumbuhkan cinta kasih, menjaga kehidupan, serta merawat lingkungan hidup.

“Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Dari keluarga yang penuh cinta, akan lahir masyarakat yang peduli, adil, dan mampu menjaga kehidupan serta lingkungan hidup bersama,” kata Romo Roy.

3. Perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan

Ilustrasi Natal (pexels.com/Jill Wellington)
Ilustrasi Natal (pexels.com/Jill Wellington)

Romo Manggo menambahkan, Natal merupakan peristiwa iman yang sangat mendasar bagi umat Kristiani. Menurutnya, umat Kristiani mengimani Allah sebagai Yang Maharahim yang senantiasa mengasihi manusia, meskipun manusia sering kali tidak setia dan jatuh dalam dosa.

“Kedosaan manusia sejak Adam dan Hawa menyebabkan manusia terpisah dari Allah. Namun Allah tidak pernah berhenti menawarkan keselamatan. Puncak karya keselamatan itu adalah kehadiran Allah sendiri dalam diri Yesus Kristus, yang lahir sederhana dan membawa sukacita besar bagi seluruh umat manusia,” ujar Romo Manggo dalam

Ia menegaskan, perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga harus diwartakan melalui karya nyata di tengah masyarakat. Natal, lanjutnya, menjadi panggilan untuk berpartisipasi mewujudkan keadilan sosial atas dasar kemanusiaan tanpa sekat primordialisme.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest Life Lampung

See More

Marimar Snack, Rintis Camilan dari Warung Kini Rambah Toko Modern

07 Jan 2026, 09:01 WIBLife