Marimar Snack, Rintis Camilan dari Warung Kini Rambah Toko Modern

- Theresia Mariyani mulai memproduksi camilan pada 2010 untuk keluarga dan menambah variasi produk seiring respons pasar yang positif.
- Pesanan banyak, tetapi uang untuk produksi terbatas. Theresia mendapat bantuan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel pada tahun 2019.
- Marimar Snack telah mempekerjakan lima orang, menghasilkan beragam produk, dan mendapat pendampingan usaha UMKM dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
Bandar Lampung, IDN Times - Theresia Mariyani sungguh tak menduga, hobinya membuat camilan untuk suami yang suka ngemil pada 2010 silam, kini bertransformasi menjadi cuan bisnis mengusung merek Marimar Snack.
Pada tahun tersebut, Theresia mulai memproduksi pastel, kacang sembunyi, dan pangsit dalam jumlah terbatas untuk camilan keluarga. Ia pun iseng menitipkan camilan dibuatnya ke warung sekitar rumah.
1. Mulanya seorang diri

Tanpa diduga, respons pasar yang positif camilan dibuat, mendorong Theresia mengembangkan usaha. Ia menambah variasi produk, seperti keripik tempe koin, kembang goyang, kacang oven, dan keciput.
"Pada awalnya, menjalankan seluruh proses usaha seorang diri Mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengantaran pesanan," kenang Theresia, Selasa (6/1/2026).
Seiring meningkatnya permintaan, ia merekrut dua ibu rumah tangga untuk membantu produksi. Namun, pertumbuhan pesanan tersebut juga meningkatkan kebutuhan modal, sehingga usaha Theresia mulai menghadapi keterbatasan.
2. Pesanan banyak, tetapi uang untuk produksi terbatas

Theresia mengatakan,, seiring respons positif pasar terhadap camilan dibuatnya, ia sudah sangat kewalahan dengan modal. Pesanan banyak, tetapi uang untuk produksi terbatas.
"Pada tahun 2018, saya bertemu dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mengenalkan program pemberdayaan UMKM. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kenang Theresia.
Pada tahun 2019, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan bantuan yang disertai dengan pelatihan dan pendampingan usaha. Selain dukungan permodalan, Theresia juga mendapat pendampingan dalam pengurusan perizinan serta akses pemasaran ke toko oleh-oleh di Lampung dan sejumlah toko modern.
3. Produk dihasilkan semakin beragam

Saat ini, Marimar Snack yang berlokasi di Dusun 03 Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah telah mempekerjakan lima orang. Sebagian besar tenaga kerja merupakan anak putus sekolah dan ibu rumah tangga yang kini memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.
Produk yang dihasilkan pun semakin beragam, antara lain keripik tempe, aneka enting enting berbahan kacang, wijen, tiwul, dan melinjo, serta keciput, pastel, kembang goyang, klanting udang, dan kacang oven. Seluruh produk dibuat menggunakan resep turun-temurun dengan cita rasa khas yang terus dijaga.
4. Pendampingan usaha UMKM tidak sekadar berfokus pemberian modal

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan, pendampingan usaha UMKM tidak sekadar berfokus pemberian modal.
Menurutnya, Marimar Snack menjadi contoh nyata bagaimana pendampingan yang berkelanjutan mampu mengubah usaha rumahan menjadi usaha yang berdaya saing. Dari bekerja sendiri hingga mampu memberdayakan lima orang, dari pemasaran di warung hingga masuk ke toko modern.
"Inilah dampak yang ingin terus kami hadirkan melalui program pemberdayaan,” jelas Rusminto.
Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Marimar Snack turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan UMKM lokal. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing.


















