Angkat Isu Pangan, Mahasiswa Unila Juara Videografi Nasional

- Khoyrril tertarik dunia videografi sejak SMP
- Video soroti pentingnya perhatian terhadap kualitas pangan
- Karya video menyadarkan masyarakat ketersediaan pangan bisa dimulai dari rumah
Bandar Lampung, IDN Times - Di tengah tantangan krisis global berdampak pada sektor pangan, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menunjukkan pesan besar dapat disampaikan melalui medium kreatif.
Contohnya, dilakukan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unila, Khoyrril Annam Rusmana. Ia berhasil menorehkan prestasi juara satu cabang videografi ajang Pesona Talent 2025 melalui karya bertema “Kemandirian Pangan di Era Krisis Global”.
Dalam karya tersebut, Khoyrril mengambil peran penuh sebagai videografer, editor, sekaligus perancang konsep. Seluruh proses kreatif, mulai dari pengembangan ide awal, penyusunan alur cerita, hingga penulisan skrip akhir, dikerjakan secara mandiri.
Pendekatan ini membuat karya dihasilkan tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang utuh dan relevan. Berikut IDN Times rangkum cerita Khoyrril menekuni dunia videografi hingga meraih juara nasional.
1. Tertarik dunia videografi sejak SMP

Khoyrril menceritakan, ketertarikannya terhadap dunia videografi telah tumbuh sejak SMP kelas VIII. Ketika pandemik COVID-19 melanda dan aktivitas belajar dialihkan ke rumah, ia memanfaatkan waktu luang untuk mengeksplorasi minatnya di bidang videografi.
Dari proses belajar mandiri itulah keterampilan Khoyrril terus berkembang dan hingga kini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik maupun kreatifnya.
Video yang dihasilkan dalam ajang Pesona Talent 2025 mengangkat pesan tentang pentingnya kemandirian pangan yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Melalui visual sederhana dan alur cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Khoyrril menegaskan ketersediaan pangan tidak selalu membutuhkan lahan yang luas, melainkan ketekunan, kemauan, serta kesadaran untuk menanam dan merawat tanaman pangan secara mandiri.
2. Soroti pentingnya perhatian terhadap kualitas pangan

Tak hanya soal kuantitas, video tersebut juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi. Pesan ini disampaikan secara halus melalui narasi visual, sehingga mudah dipahami dan relevan bagi masyarakat luas.
"Proses produksi video dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, menyesuaikan dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia lomba," ujarnya.
Menurut Khoyrril, pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi, yakni di wilayah Pesawaran dan Lampung Tengah, dengan memanfaatkan waktu libur kuliah. Meski demikian, tantangan tetap dirasakan, terutama pada tahap pengeditan yang harus dijalani di sela-sela aktivitas perkuliahan dan tenggat waktu yang cukup ketat.
3. Menyadarkan masyarakat ketersediaan pangan bisa dimulai dari rumah

Keunikan karya video tersebut menurutnya terletak pada pendekatan yang digunakan. Ia menghadirkan wawancara langsung bersama keluarga yang telah menerapkan sistem pertanian rumahan.
Pendekatan ini menjadi bukti nyata konsep kemandirian pangan bukan sekadar wacana, melainkan dapat diterapkan secara relevan dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
“Ide utama adalah menyadarkan kepada masyarakat bahwa ketersediaan pangan bisa dimulai dari halaman rumah masing-masing, tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya membutuhkan ketekunan dan kemauan untuk mewujudkannya,” kata Khoyrril.
Prestasi yang diraih ini menjadi pengalaman berharga sekaligus sumber motivasi bagi Khoyrril untuk terus berkarya di bidang videografi. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua, para dosen Fakultas Pertanian Unila, serta dosen Fitri Yelli yang telah memberikan bimbingan, dukungan, motivasi, dan doa selama proses berkarya.


















