Comscore Tracker

Memilih Kontrasepsi Aman Setelah Melahirkan, Gak Perlu Bingung Bun!

Ada beberapa pilihan jenis kontrasepsi aman

Bandar Lampung, IDN Times - Setelah melewati proses persalinan, bunda tetap berpeluang untuk langsung hamil lagi kembali. Peluang untuk hamil ini tetap ada meski Bunda masih menyusui Si Kecil.

Namun, tidak perlu khawatir. Jika ingin menunda kehamilan, ada beberapa pilihan jenis kontrasepsi yang aman. Kita mengenal alat kontrasepsi dengan sebutan KB. Saat ini KB digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keselamatan ibu dan bayi dengan cara mengatur jarak kelahiran.

Agar tujuan ini tercapai, perlu kiranya diketahui kapan waktu yang tepat untuk KB setelah melahirkan serta jenis alat kontrasepsi yang paling tepat untuk digunakan. Lalu, alat kontrasepsi apa saja yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan setelah melahirkan? Simak penjelasannya berikut dilansir dari herminahospitals.com.

Baca Juga: 9 Mitos Makanan dan Minuman Dapat Cegah dan Sembuhkan COVID-19

1. Amenore laktasi merupakan metode kontrasepsi atau KB alami

Memilih Kontrasepsi Aman Setelah Melahirkan, Gak Perlu Bingung Bun!ilustrasi ibu menyusui secara langsung (pexels.com/Mart Production)

Meski menyusui disebut-sebut bisa menjadi KB alami setelah melahirkan, tidak semua ibu mampu menjalani metode amenore laktasi. Amenore laktasi merupakan metode kontrasepsi atau KB alami setelah melahirkan karena mengandalkan kerja hormon prolaktin. Itulah mengapa biasanya ibu memilih pakai alat KB pasca melahirkan guna menunda kehamilan untuk sementara waktu.

Berbeda dengan kondisi tubuh sebelum hamil dan melahirkan, ibu yang baru melahirkan biasanya tidak langsung mengalami pelepasan sel telur kembali. Butuh beberapa waktu sampai kesuburan tubuh ibu melahirkan kembali seperti semula. Periode menstruasi tiap ibu yang baru saja melahirkan bisa berbeda-beda antara satu dan lainnya.

Secara rata-rata, periode menstruasi yang normal biasanya akan kembali dari 5-12 minggu setelah melahirkan. Sebelum  menstruasi datang, masa subur ibu mungkin sudah kembali dua minggu lebih dulu. Jadi, jika belum ingin hamil lagi usai melahirkan, sebaiknya Bunda mulai mempertimbangkan kira-kira metode KB apa yang ingin digunakan nantinya.

2. Kapan waktu tepat pakai alat KB setelah melahirkan?

Memilih Kontrasepsi Aman Setelah Melahirkan, Gak Perlu Bingung Bun!ilustrasi kontrasepsi suntik (unsplash.com/Sam Moqadam)

Waktu mulai memakai alat KB setelah melahirkan mungkin akan berbeda bagi tiap ibu. Hal ini tergantung dari kesiapan dan bagaimana rutinitas menyusui si kecil yang baru lahir.

Seperti yang sudah disinggung di awal, ibu yang memberikan ASI Eksklusif dapat menunda kembalinya periode menstruasi lebih lama. Namun, bila tidak ingin memberikan jarak untuk memiliki momongan lagi.

Sebaiknya, bunda sudah mulai menggunakan KB sejak 4 minggu setelah melahirkan. Ini dapat membuat lebih tenang saat melakukan hubungan seks setelah melahirkan dengan pasangan.

3. Jenis KB dapat digunakan

Memilih Kontrasepsi Aman Setelah Melahirkan, Gak Perlu Bingung Bun!ilustrasi alat kontrasepsi (unsplash.com/rhsupplies)

Berikut ini adalah beberapa jenis kontrasepsi yang dapat digunakan untuk ibu pasca bersalin

Pil KB progestin

Pil KB yang mengandung hormon progestin bisa menjadi salah satu pilihan kontrasepsi bagi ibu yang masih memberikan ASI eksklusif. Jenis KB ini memiliki efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Meski demikian, bunda diharuskan untuk mengonsumsi pil KB tersebut pada jam yang sama setiap harinya. Apabila lupa diminum maka tetap melanjutkan minum sesuai jadwal namun tidak berhubungan intim atau bisa menggunakan kondom selama 7 hari ke depan.

Suntik KB progestin (3 bulan)

Jenis kontrasepsi ini bisa digunakan karena tidak mengganggu produksi ASI dan bersifat jangka panjang. Jika penggunaan dihentikan maka masa subur akan kembali bervariasi antara 3 bulan bisa sampai dengan 1 tahun. Suntik progestin kerap dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang jika digunakan dalam jangka waktu lama, namun masih dalam penelitian lebih lanjut.

KB susuk atau implan progestin

Alat kontrasepsi ini digunakan dengan cara memasukkan implan atau susuk ke lengan bagian atas. Di dalam implan ini, terkandung hormon progestin yang akan dilepaskan sedikit demi sedikit selama 3 tahun. Setelah itu, Bunda harus menggantinya dengan implan baru. Selama menggunakan implan hormonal, siklus menstruasi mungkin menjadi tidak teratur.

IUD (intrauterine device) 

Jenis kontrasepsi ini dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk huruf ‘T’ ke dalam rahim. Dalam jangka waktu 1-3 bulan setelah pemasangan, Bunda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan IUD masih terpasang di tempatnya, dan setelahnya diharapkan tetap kontrol setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali.

Saat ini IUD yang umumnya tersedia adalah IUD dengan tembaga dan IUD dengan progestin, yang dapat digunakan hingga 5 tahun. Pada IUD dengan tembaga tidak mengganggu siklus menstruasi  namun mempengaruhi banyaknya / lamanya perdarahan menstruasi. Sedangkan pada IUD dengan progestin, Bunda dapat mengalami gangguan menstruasi yang ditandai dengan darah yang lebih sedikit atau bahkan berhenti sama sekali.

Kondom

Penggunaan kondom dapat dikatakan sebagai metode kontrasepsi yang paling aman bagi ibu menyusui. Selain dapat mencegah kehamilan, kondom juga dapat mencegah penyakit menular seksual. Saat menggunakan kondom, pastikan bunda atau ayah memilih kondom dengan pelumas yang larut dalam air, sebab pelumas yang berbahan dasar minyak bisa membuat kondom menjadi lebih mudah rusak.

Baca Juga: Pria Hobi Bersepeda Picu Disfungsi Ereksi? Ini Penjelasan Medisnya

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya