Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kasus Rekrutmen Honorer Metro Naik Penyidikan, Ada 383 Korban

ilustrasi pegawai/karyawan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pegawai/karyawan (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Penyidik meningkatkan status perkara rekrutmen honorer setelah menemukan indikasi tindak pidana
  • Sebanyak 383 tenaga kontrak merasa dirugikan dan melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Lampung
  • Sekda Lampung Tengah akan diperiksa kembali terkait modus permintaan uang dalam rekrutmen honorer
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kasus dugaan penyimpangan proses rekrutmen tenaga honorer di Kota Metro menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Tengah, Welly Adiwantra memasuki babak baru.

Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Dery Agung Wijaya mengatakan, penanganan perkara tersebut telah ditingkatkan oleh penyidik kepolisian dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

"Untuk saat ini proses sudah kami tingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Saksi-sakai telah kami periksa sekitar 29 orang,” ujarnya dimintai keterangan, Rabu (7/1/2026).

1. Adanya ketidaksesuaian proses rekrutmen

IMG-20260107-WA0008.jpg
Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Dery Agung Wijaya dimintai keterangan awak media. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dery menyampaikan, peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik Ditreskrimsus menemukan indikasi awal adanya unsur tindak pidana berdasarkan informasi dan laporan masyarakat.

Meski demikian, ia belum dapat menyampaikan dan membeberkan secara gamblang dan terperinci ihwal modus operandi maupun motif dalam dugaan kasus tersebut.

"Yang pasti, berdasarkan informasi dari masyarakat terdapat dugaan ketidaksesuaian kapasitas, mulai dari perekrutan dan hal-hal lainnya. Itu yang kami dalami hingga akhirnya ditingkatkan ke penyidikan,” katanya.

2. Rugikan 383 tenaga kontrak

Ilustrasi tenaga honorer melakukan aksi kebijakan penghapusan honor oleh MenPAN-RB. ANTARA FOTO/Jojon
Ilustrasi tenaga honorer melakukan aksi kebijakan penghapusan honor oleh MenPAN-RB. ANTARA FOTO/Jojon

Penyidik Ditreskrimsus Polda Lampung mencatat sebanyak 383 korban dan telah melapor ke Mapolda Lampung. Para korban merupakan tenaga kontrak merasa dirugikan dalam proses rekrutmen tersebut.

"Dari informasi masyarakat, terdapat 383 tenaga kontrak yang melaporkan, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara maraton," ucap Dery.

3. Sekda Lamteng bakal diperiksa kembali

Mapolda Lampung berada di Jl. Terusan Ryacudu, Kelurahan Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)
Mapolda Lampung berada di Jl. Terusan Ryacudu, Kelurahan Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Disinggung ihwal modus permintaan uang dalam perkara ini, Dery menegaskan, penyidik masih mendalami kasus tersebut, sebelum akhirnya diumumkan adanya penetapan status tersangka.

"Belum bisa disampaikan, kami juga akan kembali menjadwalkan pemeriksaan kembali terhadap yang bersangkutan (Sekda Lampung Tengah)," imbuh Dirreskrimsus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

BMKG Tetapkan Status Siaga, Hujan Lebat Potensi Banjir di Balam

08 Jan 2026, 19:22 WIBNews