Waspada H3N2 Subklade K, Dinkes Balam Imbau Warga Vaksin Flu

- Penggunaan masker cegah penularan, isolasi diri sukarela bagi yang bergejala influenza
- Pentingnya vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi
- Belum ada laporan kasus Influenza A(H3N2) Subklade K di Bandar Lampung, tetap waspada terhadap risiko penularan
Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Influenza A(H3N2) Subklade K.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan, pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Cara mencegahnya dengan menjaga kebersihan tangan, kebersihan pernapasan, serta menerapkan etika batuk di tempat umum,” katanya, Rabu (7/1/2026).
1. Penggunaan masker cegah penularan

Muhtadi mengimbau masyarakat yang mengalami gejala influenza untuk melakukan isolasi diri secara sukarela. Menurutnya, penggunaan masker bagi individu bergejala atau yang telah terkonfirmasi positif dapat menekan risiko penularan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi.
“Vaksinasi dapat mengurangi keparahan penyakit dan menurunkan kemungkinan komplikasi hingga kematian. WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan, terutama bagi tenaga kesehatan dan petugas layanan perawatan,” jelasnya.
2. Belum ada laporan

Meski demikian, hingga saat ini Diskes Kota Bandar Lampung belum menerima laporan adanya kasus Influenza A (H3N2) Subklade K di wilayah setempat.
Muhtadi menjelaskan, influenza merupakan infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza yang beredar secara global sepanjang tahun. Adapun Influenza A(H3N2) Subklade K merupakan virus yang mengalami pergeseran genetik.
“Virus ini mudah menyebar antar manusia, terutama melalui droplet saat batuk atau bersin,” ujarnya.
3. Tetap waspada

Muhtadi menyampaikan, sebagian besar kasus influenza bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Namun, pada kondisi tertentu, penyakit ini bisa berkembang menjadi berat dan membutuhkan perawatan medis.
“Kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta perlu mendapat perhatian khusus,” tuturnya.


















