Libur Nataru Sepi Wisatawan, Okupansi Hotel Lampung Turun

- Cuaca buruk dan isu megathrust membuat turunnya kunjungan wisatawan selama libur Nataru di Lampung.
- Kurangnya destinasi wisata baru di Lampung juga menjadi faktor penurunannya jumlah wisatawan yang berkunjung.
- Pemulihan sektor pariwisata membutuhkan sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku usaha.
Bandar Lampung, IDN Times – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya menjadi momen panen bagi industri perhotelan, kali ini justru memberi catatan berbeda bagi Lampung.
Tingkat hunian kamar hotel selama Nataru 2025/2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung mencatat okupansi hotel selama periode libur akhir tahun hanya mencapai 81 persen dari total 4.256 kamar yang tersedia.
Sekretaris PHRI Lampung, Friandi Indrawan mengatakan, angka ini turun sekitar 5,7 persen jika dibandingkan dengan momen Nataru 2024.
“Secara persentase memang terjadi penurunan sekitar 5,7 persen dibandingkan Nataru tahun lalu,” katanya, Kamis (8/1/2026).
1. Cuaca jadi faktor

Menurut Friandi, salah satu faktor utama memengaruhi rendahnya kunjungan wisatawan adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Hujan yang kerap turun selama masa liburan dinilai membuat banyak wisatawan mengurungkan niat untuk bepergian.
Tak hanya cuaca, isu peringatan megathrust yang ramai diperbincangkan juga disebut ikut memengaruhi psikologis wisatawan.
“Isu megathrust yang berkembang terkesan sangat menakutkan bagi masyarakat dan itu berdampak pada keputusan wisatawan untuk datang ke Lampung,” ujarnya.
2. Belum ada wisata baru

Friandi menyebut, faktor lain yang membuat wisatawan menurun karena pilihan destinasi di Lampung dinilai belum banyak mengalami pembaruan.
“Banyak wisatawan yang merasa bosan dengan destinasi yang itu-itu saja, mungkin itu menjadi salah satu penyebabnya” jelasnya.
3. Butuh sinergi

Friandi menila,i pemulihan sektor pariwisata tidak bisa hanya dibebankan kepada pelaku usaha. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar Lampung kembali menarik bagi wisatawan.
“Pemerintah berperan menyiapkan infrastruktur dan pengembangan destinasi alam, aparat keamanan menjamin rasa aman, sementara swasta menyediakan akomodasi dan destinasi buatan,” tuturnya.


















