Neraca Perdagangan Lampung November 2025 Surplus 386,70 Juta Dolar

- Nilai ekspor Lampung tumbuh 7,49 persen secara tahunan
- Lemak dan minyak hewan/nabati dominasi komoditas ekspor
- Impor Lampung meningkat 25,54 persen secara tahunan
Bandar Lampung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis kinerja perdagangan luar negeri Lampung November 2025 kembali mencatatkan hasil positif. Dalam periode tersebut, Provinsi Lampung membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$386,70 juta, mencerminkan selisih positif antara nilai ekspor dan impor.
Berdasarkan data BPS Lampung, nilai ekspor Lampung pada November 2025 mencapai US$532,61 juta. Sementara nilai impor tercatat sebesar US$145,91 juta.
1. Nilai ekspor Lampung tumbuh secara tahunan

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa menjelaskan, BPS Lampung mencatat nilai ekspor pada November 2025 mencapai US$532,61 juta. Angka ini tumbuh sebesar 7,49 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan November 2024 yang tercatat sebesar US$495,49 juta.
"Secara kumulatif, kinerja ekspor Provinsi Lampung dari Januari hingga November 2025 mencapai 5,98 miliar US dolar. Nilai tersebut meningkat sebesar 19,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 5,02 miliar dolar," jelasnya melalui keterangan resmi diterima IDN Times, Rabu (7/1/2026)
Sabiel mengatakan, selama Januari hingga November 2025, tiga negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar US$926,66 juta atau 15,51 persen, Pakistan sebesar US$544,13 juta atau 9,11 persen, serta Tiongkok sebesar US$536,72 juta atau 8,98 persen.
2. Lemak dan minyak hewan/nabati dominasi komoditas ekspor

Disampaikan Sabiel, struktur ekspor Lampung pada November 2025 masih didominasi tiga golongan komoditas utama. Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menempati posisi teratas dengan nilai ekspor sebesar US$2.352,04 juta atau memiliki share sebesar 39,36 persen.
Selanjutnya, komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah mencatat nilai ekspor sebesar US$1.580,15 juta dengan share 26,44 persen. Sementara itu, komoditas bahan bakar mineral berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor sebesar US$672,59 juta atau memiliki share sebesar 11,26 persen.
3. Impor Lampung meningkat secara tahunan

Dari sisi impor, lanjut Sabiel, BPS mencatat nilai impor luar negeri Provinsi Lampung pada November 2025 sebesar US$145,91 juta. Nilai tersebut meningkat sebesar 25,54 persen secara year-on-year dibandingkan November 2024 tercatat sebesar US$116,23 juta.
"Secara kumulatif, nilai impor Provinsi Lampung selama Januari hingga November 2025 mencapai 1,91 miliar dolar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 mencapai US$1,93 miliar," ujarnya.
Lebih lanjut Sabiel mengatakan, pada periode Januari hingga November 2025, tiga negara utama asal impor Provinsi Lampung adalah Nigeria dengan nilai impor sebesar US$354,00 juta atau 18,58 persen dengan komoditas utama bahan bakar mineral. Selanjutnya Amerika Serikat dengan nilai impor sebesar US$277,88 juta atau 14,58 persen dengan komoditas kereta api, trem, dan bagiannya, serta Australia sebesar US$233,06 juta atau 12,23 persen dengan komoditas utama binatang hidup.
Adapun komoditas impor Lampung pada November 2025 didominasi oleh bahan bakar mineral dengan nilai US$789,53 juta atau share 41,43 persen, diikuti gula dan kembang gula sebesar US$183,15 juta atau 9,61 persen, serta binatang hidup sebesar US$180,71 juta atau 9,48 persen.


















