BMKG Tetapkan Status Siaga, Hujan Lebat Potensi Banjir di Balam

- Akses jalan berpotensi terganggu, luapan sungai dan risiko longsor
- BMKG imbau warga lakukan antisipasi evakuasi ringan dan amankan barang-barang penting
- Pantau secara berkala informasi cuaca melalui laman resmi dan media sosial BMKG
Bandar Lampung, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menetapkan status siaga menyusul hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Bandar Lampung, Kamis (8/1/2026) sore.
Kepala BMKG Lampung, Nanang Buchori, menyampaikan, hasil pemantauan curah hujan mencapai 32,4 mm hingga pukul 18.00 WIB. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan debit sungai dan limpasan air permukaan secara signifikan.
"Hujan lebat dapat memicu genangan hingga banjir, terutama di wilayah dataran rendah, sekitar aliran sungai, dan kawasan dengan sistem drainase terbatas," katanya.
Sejumlah kecamatan yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Panjang, Bumi Waras, Kedamaian, Enggal, Telukbetung Utara dan Barat, Kemiling, Tanjungkarang Barat dan Pusat, Telukbetung Timur dan Selatan, Rajabasa, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, Langkapura, Kedaton, Way Halim, Sukarame, Sukabumi, hingga Tanjungkarang Timur.
1. Akses jalan berpotensi terganggu

Nanang menjelaskan, dampak yang berpotensi terjadi tidak hanya genangan di permukiman, tetapi juga terganggunya sejumlah akses jalan, luapan sungai, serta risiko longsor di wilayah dengan lereng yang lembap.
“Status siaga diberlakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat dan pihak terkait dapat meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini,” ujar Nanang.
2. BMKG imbau warga antisipasi

Nanang mengimbau masyarakat untuk menyiapkan langkah evakuasi ringan, mengamankan barang-barang penting dari genangan air, serta menghindari aktivitas di sekitar sungai selama hujan lebat berlangsung.
"Masyarakat kita minta untuk terus mengikuti arahan BPBD setempat dan memantau informasi resmi dari BMKG," jelasnya.
3. Pantau secara berkala

Nanang memastikan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui laman resmi dan media sosial.
“Langkah antisipatif sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak banjir,” tegas Nanang.
Berdasarkan video yang diterima beberapa wilayah yang terdampak banjir antara lain Sukarame, Panjang, Way Dadi, Kedamaian dan Rajabasa.

















