Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Usung Konsep “Rektor BIJAK”, Pemilihan Rektor ITERA 2026–2030 Dibuka

community.idntimes
Konferensi pers soal tahapan rangkaian pemilihan Rektor ITERA. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya sih...
  • Proses pemilihan rektor ITERA 2026–2030 dijaga sesuai aturan dan regulasi yang berlaku, termasuk konsultasi dengan biro hukum untuk memastikan mekanisme yang dijalankan telah sesuai dengan ketentuan.
  • Mahasiswa tetap dilibatkan dalam proses pemilihan rektor ITERA, dengan pentingnya menjaga proses agar tidak menyimpang dari nilai akademik dan budaya kampus.
  • Pemilihan rektor ITERA 2026–2030 dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yakni penjaringan, penyaringan, pemilihan, serta penetapan dan pelantikan, dengan komposisi hak suara terdiri dari 65 persen senat dan 35 persen kementerian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) resmi memulai rangkaian Pemilihan Rektor periode 2026–2030, Rabu (14/1/2026).

Ketua Senat ITERA, Dr. Sunarsih mengatakan proses ini tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga upaya meneguhkan nilai integritas dan transparansi melalui tema “Rektor BIJAK”.

Ia menyampaikan, rektor yang akan memimpin ITERA ke depan dituntut memiliki kapasitas akademik sekaligus kemampuan manajerial yang kuat.

“Rektor berikutnya periode 2026–2030 tidak hanya dinilai dari sisi civitas akademik, tetapi juga secara manajerial dalam memimpin institusi,” ujar Sunarsih.

Tema Rektor BIJAK yang diusung merupakan akronim dari Berani, Integritas, Jujur, Amanah, dan Kreatif. Nilai tersebut menjadi identitas kepemimpinan yang diharapkan mampu menjadi teladan bagi seluruh sivitas akademika ITERA.

“Integritas menjadi kata kunci. Kejujuran adalah fondasi utama seorang pemimpin karena kejujuran merupakan perilaku yang paling agung,” tambahnya.

1. Proses dijaga sesuai aturan

community.idntimes
Konfrensi pers pembukaan rangkaian pemilihan Rektor ITERA. (IDN Times/Muhaimin)

Sunarsih menegaskan, pemilihan rektor bukan sekadar proses administratif, melainkan amanah institusional yang harus dijalankan secara sahih, transparan, dan bertanggung jawab.

Seluruh tahapan pemilihan berlandaskan pada regulasi yang berlaku, mulai dari Peraturan Menteri Ristekdikti hingga Peraturan Senat ITERA Nomor 3 Tahun 2026.

“Selama proses persiapan, kami juga berkonsultasi dengan biro hukum untuk memastikan mekanisme yang dijalankan telah sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.

Sunarsih mengatakan, proses pemilihan rektor ini melibatkan 17 anggota senat sebagai pemegang suara.

2. Mahasiswa ikut dilibatkan

community.idntimes
Rektor ITERA, Prof. I Nyoman Pugegh Aryantha. (IDN Times/Muhaimin)

Rektor ITERA saat ini, I Nyoman Pugegh Aryantha, menekankan pentingnya menjaga proses pemilihan agar tidak menyimpang dari nilai akademik dan budaya kampus.

“Kita tidak ingin menyalahi aturan maupun nilai-nilai. Pemilihan ini harus menjadi modal budaya yang tertanam kuat di ITERA,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa tetap menjadi perhatian dalam proses pemilihan. Aspirasi mahasiswa diharapkan dapat tersalurkan melalui forum-forum resmi, termasuk saat hearing pemaparan visi dan misi calon rektor.

“Dalam hearing, panelis juga melibatkan mahasiswa. Namun hak suara tetap mengacu pada peraturan menteri,” tegasnya.

3. Empat tahapan menuju rektor terpilih

Ilustrasi berkas. (Pexels.com/Kindel Media)
Ilustrasi berkas. (Pexels.com/Kindel Media)

Ketua Pemilihan Rektor ITERA, Abdul Razak menyampaikan pemilihan Rektor ITERA 2026–2030 dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yakni penjaringan, penyaringan, pemilihan, serta penetapan dan pelantikan.

"Rangkaian pemilihan dimulai dengan pengumuman dan pendaftaran bakal calon pada Januari–Februari 2026, dilanjutkan pemilihan calon pada April 2026, penetapan rektor terpilih pada Mei 2026, hingga pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026," katanya.

Abdul menjelaskan, mekanisme pemilihan dilaksanakan secara bertahap dan terbuka. Tahapan dimulai dari penjaringan bakal calon, penyaringan melalui penyampaian visi, misi, dan program kerja, hingga pemilihan dan penetapan rektor terpilih.

“Dalam tahap akhir, komposisi hak suara terdiri dari 65 persen senat dan 35 persen kementerian. Ini sudah diatur jelas dalam regulasi,” jelasnya.

Abdul menambahkan, dalam tahapan penjaringan akan dihasilkan minimal empat bakal calon rektor. Seluruh proses dilakukan oleh Senat ITERA dengan pengawasan dan pendampingan sesuai aturan yang berlaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Bus Terbakar di Tol Bakter Akibat Korsleting AC, Korban Jiwa Nihil

14 Jan 2026, 13:02 WIBNews