Magang Berdampak UBL, Solusi Nyata Mahasiswa Siap Karier?

- Universitas Bandar Lampung meluncurkan program Magang Berdampak Semester Genap 2025–2026 dengan mengirim 222 mahasiswa ke 47 instansi mitra dari sektor pemerintah, swasta, dan industri.
- Program ini mendukung pembelajaran berbasis pengalaman sesuai konsep Outcome-Based Education, agar mahasiswa memperoleh kompetensi profesional serta kesiapan menghadapi dunia kerja nyata.
- Selama minimal satu semester, mahasiswa mendapat pendampingan 45 dosen pembimbing melalui proyek berbasis lapangan untuk melatih critical thinking, adaptasi, dan kolaborasi di lingkungan kerja sesungguhnya.
Bandar Lampung, IDN Times - Universitas Bandar Lampung (UBL) menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif melalui program pemagangan Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026. Sebanyak 222 mahasiswa dikerahkan ke 47 instansi mitra yang terdiri atas lembaga pemerintah serta sektor swasta dan industri.
Para mahasiswa magang itu penempatannya disesuaikan dengan minat sektor industri dan target profesi masing-masing mahasiswa. Contohnya, lembaga legislatif, kementerian, perbankan, perusahaan pertambangan dan manufaktur, media nasional perhotelan, perkebunan, perusahaan jasa, industri kreatif, serta kantor hukum dan organisasi profesi.
1. Kurikulum UBL mengakomodir minat dan profesi mahasiswa

Program Magang Berdampak ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman yang selaras dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Sekaligus mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar kampus yang berdampak langsung bagi masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan, guna membentuk kompetensi profesional, etos kerja, serta daya saing lulusan di dunia kerja.
Rektor UBL, M Yusuf S Barusman menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa yang telah siap mengikuti program magang berdampak tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan kurikulum UBL mengakomodir minat dan profesi mahasiswa serta menjadi media strategis untuk memantapkan arah karier serta masa depan.
"Kalian memiliki kesempatan untuk mengenali industri tempat magang, memahami bagaimana implementasi di lapangan, sekaligus menerapkan ilmu yang selama ini menjadi latar belakang pendidikan kalian,” ujar Yusuf dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).
2. Dapat pendampingan intensif 45 dosen

Selain itu, Rektor UBL juga menekankan pentingnya mahasiswa menghadirkan dampak nyata selama mengikuti program magang. Ia berharap, mahasiswa tidak hanya berbicara teori.
"Di lokasi magang nanti, kalian akan diberikan proyek untuk melatih critical thinking, menganalisis suatu persoalan, serta menghadirkan solusi yang benar-benar berdampak. Karena itu, pengalaman magang menjadi sangat penting agar kalian memiliki keunggulan kompetitif dan terbiasa menghadapi dinamika dunia kerja,” ujarnya.
Wakil Rektor III UBL, Bambang Hartono didampingi Kepala Biro Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Yulfriwini menyatakan, selama kegiatan magang berlangsung mahasiswa akan mendapatkan pendampingan penuh dari dosen pembimbing. Pelaksanaan program Magang Berdampak ini didampingi oleh 45 dosen pembimbing magang yang melakukan supervisi akademik serta evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa.
3. Minimal magang satu semester

Diketahui 222 mahasiswa mengikuti Magang Berdampak berasal dari Program Studi Administrasi Bisnis, Hukum, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Informatika, serta Sistem Informasi. Mereka mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari proses pembimbingan, pengerjaan project, hingga penyusunan laporan akhir,” ungkapnya.
Kegiatan pelepasan program Magang Berdampak ini merupakan bagian dari komitmen UBL mendukung implementasi program Diktisaintek Berdampak. Khususnya melalui pemberian pengalaman belajar di luar kampus memberi kontribusi langsung bagi masyarakat dan lingkungan yang dilaksanakan selama minimal satu semester di Lampung dan luar Lampung.
Mengusung konsep Project-Based Internship, program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan bekerja sama dalam situasi nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret dan menciptakan dampak melalui proyek yang dikerjakan dengan pendampingan dosen pembimbing masing-masing sehingga menjadi semakin yakin dan percaya diri menyambut masa depannya pasca lulus sarjana.


















