Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nestapa Warga Way Bungur, Lamtim Ratapi Kondisi Jembatan Mangkrak

IMG_20260203_134936.jpg
Penampakan jembatan mangkrak di Sungai Way Bungur, Lampung Timur. (Dok. IDN Times).
Intinya sih...
  • Risiko hingga biaya tambahan
  • Warga dan pelajar terpaksa menyeberangi sungai dengan perahu kayu rapuh, mengakibatkan risiko, waktu, dan biaya tambahan.
  • Nasib anak sekolah di kala banjir
  • Anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai setiap hari, bahkan saat banjir, meningkatkan risiko keamanan mereka.
  • Menagih janji pembangunan
  • Warga menuntut kelanjutan pembangunan jembatan yang sudah dimulai atau solusi konkret dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Timur, IDN Times - Warga Desa Tanjung Tirto dan Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) mengaku sudah bertahun-tahun terpaksa harus mengakrabkan diri dengan bahaya.

​Penyebabnya, proyek jembatan penyeberangan diharapkan menjadi urat nadi penghubung menuju wilayah Way Bungur tak kunjung usai. Sejak mulai dibangun periode 2018-2019, jembatan tersebut kini dalam kondisi mangkrak dan terbengkalai.

​Kondisi tersebut memaksa warga hingga para pelajar terpaksa harus bertaruh nyawa menggunakan jasa perahu kayu rapuh untuk menyeberangi sungai.

1. ​Risiko hingga ada biaya tambahan​

IMG_20260202_113523.jpg
Tangkap layar unggahan akun Tiktok @president_angler_liar. (Instagram/@@president_angler_liar).

Maulana Farid, warga Way Bungur, mengungkapkan betapa sulitnya mobilitas warga akibat akses penyeberangan yang terputus. Menurutnya, perahu kayu menjadi satu-satunya pilihan meski penuh dengan risiko.

​"Masyarakat itu kerepotan sekali. Kalau mau menyeberang ke wilayah Way Bungur, harus pakai perahu. Itu berisiko sekali, makan waktu, dan ada biaya juga," ujarnya dimintai keterangan, Rabu (4/2/2026).

Akses tersebut sangat krusial, karena menghubungkan warga dari Kali Pasir menuju pusat-pusat kegiatan di Lampung Tengah maupun wilayah Lampung Timur lainnya. "Pembangunan itu terhenti sudah bertahun-tahun, tidak langsung warga merasa terisolasi secara ekonomi," lanjut dia.

2. ​Nasib anak sekolah kala banjir

IMG_20260202_113457.jpg
Tangkap layar unggahan akun Tiktok @president_angler_liar. (Instagram/@@president_angler_liar).

​Tak hanya soal ekonomi, dampak paling memprihatinkan turut dirasakan oleh para pelajar. Pasalnya, anak-anak sekolah tersebut harus setiap hari menyeberangi sungai demi mengakses pendidikan.

​Kekhawatiran warga dan para orang tua memuncak saat musim penghujan tiba, sebab, tingginya debit air sungai membuat penyeberangan menjadi sangat berbahaya.

​"Anak-anak sekolah sangat mengharapkan jembatan itu segera jadi. Mereka selalu mengalami kendala saat banjir. Bahkan, ada yang sampai tercebur (ke sungai)," tutur Maulana.

3. Menagih janji pembangunan

IMG_20260203_134951.jpg
Penampakan jembatan mangkrak di Sungai Way Bungur, Lampung Timur. (Dok. IDN Times).

Hamid, warga Way Bungur lainnya amat menyayangkan jembatan sudah mulai dibangun itu dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan kelanjutan proyek. Padahal, fondasi dan struktur beton sudah berdiri namun kini mulai tertutup semak belukar.

​Mewakili warga lainnya, ia berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melanjutkan pembangunan jembatan tersebut atau memberikan solusi kongkret terhadap permasalahan infrastruktur tersebut.

​"Harapannya gimana caranya jembatan itu kan sudah dibuat, supaya segera diselesaikan. Supaya akses lalu lintas masyarakat, terutama anak sekolah yang keluar-masuk desa segera lancar," imbuh dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

1.162 Jemaah Haji Bandar Lampung Dipastikan Sehat dan Lunas Bipih

05 Feb 2026, 11:50 WIBNews