DPRD Bandar Lampung Dorong Percepatan Izin Sekolah Siger demi Siswa

- Pembelajaran tetap berjalan sambil izin diproses
- Proses belajar-mengajar tetap berjalan sambil yayasan melengkapi kekurangan yang ada.
- DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan percepatan tindak lanjut dari rekomendasi yang diberikan.
- Masalah diselesaikan dalam waktu singkat
- Jika pihak yayasan serius, penyelesaiannya bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat.
- Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, pihak yayasan dapat kembali mengajukan izin operasional tanpa menunggu terlalu lama.
Bandar Lampung, IDN Times – DPRD Bandar Lampung mendorong percepatan penyelesaian izin operasional Sekolah Siger agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan ketidakpastian bagi siswa maupun orang tua.
Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengatakan izin operasional sekolah tersebut memang belum diterbitkan karena masih ada sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi, terutama terkait aset serta sarana dan prasarana.
“Kami mendorong agar persyaratan yang menjadi catatan dinas itu segera dipenuhi, supaya proses perizinannya bisa cepat selesai,” katanya, Rabu (4/2/2026).
1. Pembelajaran tetap berjalan sambil izin diproses

Asroni menegaskan, selama proses perizinan masih berjalan, kegiatan belajar-mengajar seharusnya tetap dilaksanakan. Ia menilai, penghentian aktivitas sekolah bukanlah solusi dan justru berpotensi merugikan peserta didik.
“Tidak serta-merta langsung dihentikan. Proses belajar-mengajar tetap berjalan sambil yayasan melengkapi kekurangan yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, DPRD juga telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan serta pihak yayasan untuk memastikan percepatan tindak lanjut dari rekomendasi yang diberikan.
2. Masalah diselesaikan dalam waktu singkat

Asroni menilai, persoalan perizinan Sekolah Siger tidak terlalu rumit karena hanya menyangkut beberapa syarat utama. Jika pihak yayasan serius, kata dia, penyelesaiannya bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat.
“Kalau hanya soal aset dan sarana prasarana, itu sebenarnya bisa diurus. Bisa dengan pengadaan sendiri atau kerja sama dengan yayasan lain,” jelasnya.
Ia menyebut, apabila dalam beberapa hari atau pekan ke depan seluruh persyaratan telah dipenuhi, pihak yayasan dapat kembali mengajukan izin operasional tanpa harus menunggu terlalu lama.
3. DPRD minta proses tak berlarut-larut

Asroni meminta agar proses perizinan ini tidak berlarut-larut dan tidak digiring menjadi polemik di ruang publik. Menurutnya, yang terpenting adalah kepastian hukum dan kepastian pendidikan bagi siswa.
“Yang kami dorong ini percepatan. Jangan sampai berbulan-bulan dan menimbulkan keresahan orang tua dan anak-anak,” tegasnya.
Ia memastikan DPRD Bandar Lampung akan terus memantau perkembangan proses perizinan tersebut dan mendorong seluruh pihak terkait agar segera menuntaskannya demi kepentingan pendidikan.


















