Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemicu Januari 2026 Lampung Alami Deflasi 0,07 Persen Versi BI

Ilustrasi Deflasi (IDN Times)
Ilustrasi Deflasi (IDN Times)
Intinya sih...
  • Deflasi Januari 2026 disumbang oleh penurunan harga cabai, bawang, dan bensin
  • Harga emas dan sayuran naik, tapi tidak mampu menahan deflasi
  • Inflasi 2026 diproyeksikan terkendali dengan risiko yang perlu diwaspadai
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Provinsi Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,07 persen (month to month/mtm) pada Januari 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mengalami inflasi 0,59 persen (mtm).

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, mengatakan capaian tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

“Realisasi deflasi Lampung masih lebih tinggi dibandingkan nasional yang mengalami deflasi 0,15 persen (mtm), serta berada di atas rata-rata deflasi Januari dalam tiga tahun terakhir sebesar 0,11 persen,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat 1,90 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,55 persen (yoy).

1. Cabai hingga bensin jadi penyumbang deflasi

Ilustrasi cabai
Ilustrasi cabai (unsplash.com/Mick Haupt)

Subarkah menjelaskan, deflasi Januari 2026 terutama disumbang penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta transportasi.

Komoditas utama yang menekan inflasi antara lain cabai merah, bawang merah, cabai rawit, bensin, dan jeruk.

“Penurunan harga cabai merah dan cabai rawit sejalan dengan meningkatnya pasokan akibat masuknya masa panen di sentra produksi utama, khususnya Kabupaten Pringsewu dan Lampung Timur,” jelasnya.

Sementara itu, penurunan harga bawang merah turut didukung oleh peningkatan pasokan selama masa panen serta realisasi kerja sama Kerja Sama Antar Daerah (KAD) Business to Business antara BUMD Jawa Tengah dan Lampung.

"Dari sisi nonpangan, penurunan harga bensin dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina," katanya.

2. Harga emas dan sayuran tahan deflasi

ilustrasi emas
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Meski demikian, Subarkah menyebut deflasi Januari 2026 tertahan oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta jasa pelayanan makanan dan minuman.

“Kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh tren peningkatan harga emas dunia di tengah ketidakpastian global,” ucapnya.

Selain itu, harga tomat, kangkung, dan bayam juga naik akibat penurunan produksi di daerah sentra yang dipicu oleh tingginya curah hujan.

3. Inflasi 2026 diproyeksikan terkendali

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Subarkah menyatakan, Bank Indonesia memprakirakan inflasi Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski begitu, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai.

"Risikonya peningkatan permintaan agregat akibat penyesuaian UMP (Upah Minimum Provinsi) meningkatnya mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri, hingga berlanjutnya kenaikan harga emas dunia," ujarnya.

Menanggapi dinamika tersebut, Achmad menegaskan Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung akan terus memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Upaya ini dilakukan melalui operasi pasar, penguatan kerja sama antar daerah, peningkatan kapasitas transportasi dan logistik, hingga pemanfaatan media digital untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat,” tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Pemicu Januari 2026 Lampung Alami Deflasi 0,07 Persen Versi BI

03 Feb 2026, 07:02 WIBNews