Terkendala Anggaran, Pembangunan Jembatan Way Bungur Butuh Rp70 Miliar

- Estimasi biaya jembatan permanen Rp70 miliar, tidak bisa dilakukan secara parsial.
- Rekomendasi BPJN dibangun ulang dari awal karena beresiko longsor dan faktor keselamatan.
- Pemprov Lampung menggandeng Kodam XXI/Radin Inten untuk membangun jembatan darurat "Jembatan Merah Putih".
Lampung Timur, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengambil alih koordinasi rencana pembangunan jembatan permanen di Sungai Way Bungur dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M Taufiqullah mengatakan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sejak awal menjabat telah mengirimkan surat ke pemerintah pusat, agar penanganan jembatan mendapat dukungan dan bantuan.
“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar, karena ada proses birokrasi yang harus dilalui,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
1. Estimasi biaya jembatan permanen Rp70 miliar

Taufiq melanjutkan, pengambilalihan wewenang itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, pembangunan jembatan permanen di lokasi setempat sejatinya membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan secara parsial.
Berdasarkan penghitungan awal, total kebutuhan biaya pembangunan jembatan permanen diperkirakan mencapai Rp70 miliar, agar infrastruktur ini benar-benar memenuhi standar keselamatan.
"Pemkab Lampung Timur telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut, namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri. Anggaran 70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,” katanya.
2. Rekomendasi BPJN dibangun ulang dari awal

Kebutuhan biaya pembangunan jembatan permanen mencapai puluhan miliar itu disebut sejalan dengan hasil survei teknis Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di lokasi setempat.
Hasil survei menyimpulkan, jembatan tidak memungkinkan diperbaiki sebagian dikarenakan berisiko longsor dan faktor keselamatan membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga solusi direkomendasikan ialah pembangunan ulang dari awal.
"Langkah tersebut sebagai solusi akses pendidikan, lantaran kondisi puluhan anak sekolah yang hingga kini masih menyeberangi sungai menggunakan rakit atau perahu kayu," ucap Taufiq.
3. Beri solusi Jembatan Merah Putih

Sembari menunggu dana pemerintah pusat, Taufiq menambahkan, Pemprov Lampung menggandeng Kodam XXI/Radin Inten untuk melakukan penanganan cepat, dengan membangun jembatan darurat "Jembatan Merah Putih".
Menurutnya, keterlibatan TNI diperlukan karena kondisi lokasi menghubungkan Desa Kali Pasir dan Tanjung Tirto ini amat berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan lapangan cepat serta terukur.
“Alhamdulillah saat ini sudah diprioritaskan lewat Jembatan Merah Putih. Pak gub langsung yang meminta ke pangdam. Ini akan jadi solusi, semester pertama 2026 ini selesai,” imbuhnya.















