Ini 5 Daerah di Lampung Fasilitas Pendidikan Paling Sedikit

- Kabupaten Tulang Bawang memiliki 476 fasilitas pendidikan, termasuk 26 SMA dan 30 SMK.
- Kabupaten Lampung Barat memiliki 387 fasilitas pendidikan, termasuk 19 SMA dan 9 SMK.
- Kabupaten Mesuji memiliki 282 fasilitas pendidikan, termasuk 16 SMA dan 19 SMK.
Bandar Lampung, IDN Times - Pendidikan merupakan unsur penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kemajuan sebuah daerah. Tidak hanya membuka peluang kerja lebih luas, fasilitas pendidikan lengkap juga menjadi indikator pemerataan pembangunan dan kemampuan daerah untuk bersaing secara ekonomi.
Semakin banyak dan lengkap fasilitas pendidikan suatu wilayah, maka semakin besar pula potensi pertumbuhan SDM dan perekonomiannya. Namun menurut data BPS Lampung 2025, pemerataan fasilitas pendidikan di Provinsi Lampung masih menunjukkan perbedaan mencolok antara daerah perkotaan dan wilayah pedalaman.
Beberapa kabupaten bahkan masih mencatat jumlah fasilitas pendidikan relatif sedikit dibandingkan area lainnya.
Penasaran daerah mana saja menjadi yang paling minim fasilitas pendidikan di Lampung? Berikut IDN Times merangkum 5 daerah dengan jumlah fasilitas pendidikan paling sedikit berdasarkan data BPS Lampung.
1. Kabupaten Tulang Bawang

Kabupaten Tulang Bawang memiliki wilayah cukup luas dengan karakter geografis dataran rendah serta dialiri sejumlah sungai besar. Meski memiliki potensi pertanian besar, kepadatan penduduk di beberapa kecamatan masih relatif rendah sehingga sebaran fasilitas pendidikan belum merata.
Mengacu pada data BPS Lampung 2025, Kabupaten Tulang Bawang memiliki 224 SD, terdiri dari 177 SD negeri dan 47 SD swasta, serta 43 MI dengan rincian 2 MI negeri dan 41 MI swasta. Pada jenjang pendidikan menengah pertama, terdapat 99 SMP, mencakup 53 SMP negeri dan 46 SMP swasta, serta 34 MTs dengan rincian 1 MTs negeri dan 33 MTs swasta.
Pada jenjang menengah atas, Tulang Bawang tercatat memiliki 26 SMA, terdiri dari 16 SMA negeri dan 10 SMA swasta, serta 15 MA seluruhnya merupakan sekolah swasta. Selain itu, terdapat 30 SMK, terdiri dari 9 SMK negeri dan 21 SMK swasta, serta 5 perguruan tinggi terdiri dari 1 perguruan tinggi negeri dan 4 perguruan tinggi swasta.
Total 476 fasilitas pendidikan, Kabupaten Tulang Bawang menempati peringkat kelima daerah dengan fasilitas pendidikan paling sedikit di Provinsi Lampung.
2. Kabupaten Lampung Barat

Kabupaten Lampung Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.107,99 kilometer persegi dan dikenal sebagai wilayah dataran tinggi di Provinsi Lampung. Kontur geografisnya didominasi perbukitan dan pegunungan serta menjadi bagian dari kawasan Bukit Barisan, sehingga menyebabkan sebaran permukiman dan fasilitas publik, termasuk pendidikan, tidak merata di seluruh wilayah.
Berdasarkan data BPS Lampung 2025, Lampung Barat memiliki 216 SD, terdiri dari 179 SD negeri dan 37 SD swasta, serta 37 MI dengan rincian 3 MI negeri dan 34 MI swasta. Pada jenjang pendidikan menengah pertama, terdapat 62 SMP, terdiri dari 48 SMP negeri dan 14 SMP swasta, serta 26 MTs mencakup 1 MTs negeri dan 25 MTs swasta.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan menengah atas, Lampung Barat tercatat memiliki 19 SMA, terdiri dari 16 SMA negeri dan 3 SMA swasta, serta 17 MA dengan rincian 1 MA negeri dan 16 MA swasta. Selain itu, terdapat 9 SMK, terdiri dari 6 SMK negeri dan 3 SMK swasta, serta 1 perguruan tinggi negeri.
Secara keseluruhan, Lampung Barat memiliki 387 fasilitas pendidikan, sehingga berada di peringkat keempat daerah dengan fasilitas pendidikan paling sedikit di Lampung.
3. Kabupaten Mesuji

Kabupaten Mesuji memiliki luas wilayah sekitar 2.184 kilometer persegi dan berada di wilayah utara Provinsi Lampung serta berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografis, Mesuji didominasi dataran rendah dengan aliran sungai serta kawasan pertanian dan perkebunan.
Kepadatan penduduknya relatif rendah karena sebagian wilayah masih berupa lahan produktif nonpermukiman. Menurut data BPS Lampung 2025, fasilitas pendidikan di Kabupaten Mesuji terdiri dari 142 SD, mencakup 130 SD negeri dan 12 SD swasta, serta 16 MI dengan rincian 1 MI negeri dan 15 MI swasta.
Pada jenjang SMP, Mesuji memiliki 55 SMP, terdiri dari 34 SMP negeri dan 21 SMP swasta, serta 22 MTs terdiri dari 2 MTs negeri dan 20 MTs swasta. Untuk jenjang pendidikan menengah atas, Mesuji tercatat memiliki 16 SMA, terdiri dari 10 SMA negeri dan 6 SMA swasta, serta 10 MA mencakup 1 MA negeri dan 9 MA swasta.
Selain itu, terdapat 19 SMK, terdiri dari 8 SMK negeri dan 11 SMK swasta, serta 2 perguruan tinggi swasta. Dengan total keseluruhan 282 fasilitas pendidikan, Kabupaten Mesuji berada di peringkat ketiga daerah dengan fasilitas pendidikan paling sedikit di Provinsi Lampung.
4. Kabupaten Pesisir Barat

Kabupaten Pesisir Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.939,60 kilometer persegi dan berada di sepanjang pesisir barat Provinsi Lampung. Secara geografis, wilayah ini didominasi kawasan pesisir dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia serta perbukitan yang merupakan bagian dari rangkaian Bukit Barisan.
Kepadatan penduduk di Pesisir Barat tergolong rendah karena sebaran permukiman berjauhan dan kondisi alam cukup menantang. Dari sisi fasilitas pendidikan, Pesisir Barat memiliki 126 SD, terdiri dari 121 SD negeri dan 5 SD swasta, serta 17 MI dengan rincian 1 MI negeri dan 16 MI swasta.
Pada jenjang menengah pertama, terdapat 34 SMP terdiri dari 29 SMP negeri dan 5 SMP swasta, serta 24 MTs seluruhnya merupakan sekolah swasta. Pada tingkat menengah atas, Pesisir Barat tercatat memiliki 12 SMA, terdiri dari 10 SMA negeri dan 2 SMA swasta, serta 6 MA terdiri dari 1 MA negeri dan 5 MA swasta.
Selain itu, terdapat 4 SMK, terdiri dari 3 SMK negeri dan 1 SMK swasta, serta 1 perguruan tinggi swasta. Total keseluruhan fasilitas pendidikan di Pesisir Barat mencapai 224 fasilitas, sehingga menempatkannya di peringkat kedua daerah dengan fasilitas pendidikan paling sedikit di Lampung.
5. Kota Metro

Kota Metro merupakan daerah dengan luas wilayah hanya sekitar 61,79 kilometer persegi, menjadikannya wilayah administratif terkecil di Provinsi Lampung. Secara geografis, Metro memiliki kontur wilayah relatif datar dan sepenuhnya berkarakter perkotaan.
Meski memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi karena fungsi kotanya sebagai pusat pendidikan dan jasa di Lampung bagian timur, jumlah fasilitas pendidikan di wilayah ini justru menjadi paling sedikit di provinsi tersebut.
Berdasarkan data BPS Lampung 2025, fasilitas pendidikan di Kota Metro terdiri dari 64 sekolah dasar (SD) mencakup 46 SD negeri dan 18 SD swasta, serta 9 madrasah ibtidaiyah (MI) terdiri dari 3 MI negeri dan 6 MI swasta. Pada jenjang menengah pertama, Metro memiliki 32 SMP terdiri dari 10 SMP negeri dan 22 SMP swasta, serta 13 madrasah tsanawiyah (MTs) seluruhnya merupakan sekolah swasta.
Sementara pada jenjang menengah atas, Kota Metro tercatat memiliki 21 SMA, terdiri dari 7 SMA negeri dan 14 SMA swasta, serta 10 madrasah aliyah (MA) terdiri dari 1 MA negeri dan 9 MA swasta. Selain itu, terdapat 20 SMK, dengan 4 SMK negeri dan 16 SMK swasta, serta 11 perguruan tinggi terdiri dari 1 perguruan tinggi negeri dan 10 perguruan tinggi swasta.
Jika dijumlahkan secara keseluruhan, Kota Metro hanya memiliki 180 fasilitas pendidikan, sehingga menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan fasilitas pendidikan paling sedikit di Provinsi Lampung.
Meski data BPS Lampung 2025 mencatatkan Kota Metro sebagai daerah dengan jumlah fasilitas pendidikan paling sedikit di Provinsi Lampung, kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari luas wilayah Metro yang sangat kecil, dan jauh dibandingkan kabupaten lainnya di Lampung.
Total 180 fasilitas pendidikan tersebar di wilayah yang relatif sempit dan berkarakter perkotaan, ketersediaan sekolah hingga perguruan tinggi di Metro sebenarnya sudah cukup memadai dan merata. Alhasil, akses pendidikan di kota ini relatif mudah dijangkau masyarakat meski secara jumlah absolut berada di bawah daerah lainnya.

















