Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Daerah di Lampung Memiliki Fasilitas Kesehatan Paling Sedikit

ilustrasi kesehatan (pixabay.com/tungnguyen0905)
ilustrasi kesehatan (pixabay.com/tungnguyen0905)
Intinya sih...
  • Kabupaten Pringsewu memiliki 6 rumah sakit, 1 klinik utama, dan 13 puskesmas
  • Kabupaten Lampung Barat memiliki 2 rumah sakit, 2 klinik utama, dan 15 puskesmas rawat inap
  • Kabupaten Pesawaran hanya memiliki 3 rumah sakit dan 15 puskesmas tanpa klinik utama
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Sebagai provinsi dengan penduduk terus bertambah, kebutuhan layanan kesehatan di Lampung pun semakin besar dari tahun ke tahun. Namun, ketersediaan fasilitas kesehatan ternyata belum merata di seluruh wilayah.

Berdasarkan Data BPS Lampung 2025, masih ada beberapa kabupaten/kota memiliki jumlah fasilitas kesehatan paling sedikit dibanding daerah lainnya di provinsi ini. Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada akses pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari rumah sakit atau puskesmas.

Fenomena ini penting untuk dicermati karena layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar. Lalu, daerah mana saja di Lampung yang tercatat memiliki fasilitas kesehatan paling sedikit?

Berikut IDN Times merangkum 5 daerah di Provinsi Lampung yang memiliki jumlah fasilitas layanan kesehatan paling sedikit pada 2025, berdasarkan akumulasi rumah sakit, klinik utama, dan puskesmas.

1. Kabupaten Pringsewu

ilustrasi kesehatan jantung(pexels.com/Antony Shkraba)
ilustrasi kesehatan jantung(pexels.com/Antony Shkraba)

Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu kabupaten relatif kecil di Provinsi Lampung. Wilayah ini memiliki luas hanya sekitar 617,19 km² dengan jumlah penduduk mencapai kurang lebih 424,7 ribu jiwa pada tahun 2025.

Dengan komposisi wilayah didominasi kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat berskala menengah, kebutuhan akan akses layanan kesehatan dasar menjadi penting untuk menunjang kualitas hidup penduduknya.

Berdasarkan data BPS Lampung 2025, Pringsewu tercatat memiliki enam rumah sakit, satu klinik utama, serta terdapat tiga belas puskesmas. Puskesmas itu terdiri dari sepuluh puskesmas rawat inap dan tiga puskesmas tanpa rawat inap.

Keberadaan rumah sakit di kabupaten ini menjadi rujukan utama bagi masyarakat. Sedangkan puskesmas menjalankan fungsi promotif dan preventif.

Total hanya tersedia 20 fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Pringsewu. Jumlah ini menempatkan Pringsewu sebagai salah satu daerah dengan fasilitas layanan kesehatan masih relatif sedikit dibandingkan kabupaten/kota lain di Lampung.

Oosisi berada di lima terbawah, Pringsewu masih memiliki peluang besar untuk pengembangan sarana kesehatan di masa mendatang. Terutama guna mengimbangi pertumbuhan penduduk dan aktivitas wilayahnya.

2. Kabupaten Lampung Barat

Ilustrasi kesehatan rumah sakit (pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi kesehatan rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

Kabupaten Lampung Barat dikenal sebagai wilayah dengan bentang alam pegunungan Bukit Barisan, Danau Ranau, hingga kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menjadi destinasi wisata alam unggulan. Daerah ini memiliki luas sekitar 2.107,99 km² dengan jumlah penduduk berkisar 313 ribu jiwa.

Kondisi geografis didominasi pegunungan dan jarak antarkecamatan cukup berjauhan membuat akses layanan publik, termasuk kesehatan, membutuhkan dukungan infrastruktur memadai. Pemerintah daerah pun terus mendorong pemerataan layanan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman.

Dari sisi fasilitas kesehatan, Lampung Barat masih tergolong memiliki jumlah relatif sedikit dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung. Berdasarkan data BPS Lampung, Lampung Barat memiliki dua rumah sakit, dua klinik utama, serta lima belas puskesmas rawat inap.

Total hanya 19 fasilitas layanan kesehatan di Lampung Barat. Angka tersebut menempatkan Lampung Barat sebagai salah satu daerah dengan fasilitas kesehatan paling sedikit di Lampung dan berada di posisi empat terbawah.

3. Kabupaten Pesawaran

Ilustrasi Kesehatan. (pixabay.com)
Ilustrasi Kesehatan. (pixabay.com)

Kabupaten Pesawaran berada di wilayah pesisir Lampung dan dekat dengan Kota Bandar Lampung. Wilayah ini memiliki luas sekitar 1.288,08 km² dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 500 ribu jiwa, menjadikannya salah satu daerah dengan populasi cukup padat.

Aktivitas ekonomi, pariwisata bahari, dan pertumbuhan kawasan permukiman terus berkembang, sehingga kebutuhan layanan kesehatan kian meningkat dari tahun ke tahun. Namun, jumlah fasilitas kesehatan di Pesawaran masih tergolong minim dibandingkan jumlah penduduk dan aktivitas wilayahnya.

Menurut data BPS Lampung 2025, Kabupaten Pesawaran hanya memiliki tiga rumah sakit, serta lima belas puskesmas. Itu terdiri dari sembilan dengan rawat inap dan enam tanpa rawat inap, tanpa klinik utama.

Total keseluruhan terdapat 18 fasilitas kesehatan. Dari angka tersebut, Pesawaran menempati peringkat ketiga terbawah jumlah fasilitas kesehatan di Provinsi Lampung.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan seiring meningkatnya jumlah penduduk.

4. Kabupaten Mesuji

ilustrasi kesehatan jantung(pixabay.com/ Thirdman)
ilustrasi kesehatan jantung(pixabay.com/ Thirdman)

Kabupaten Mesuji terletak di bagian utara Lampung dan berbatasan langsung dengan Sumatra Selatan. Luas wilayahnya mencapai 2.200,41 km² dengan jumlah penduduk sekitar 241 ribu jiwa.

Mesuji dikenal sebagai daerah dengan karakter agraris dan pemukiman menyebar, sehingga kebutuhan akan fasilitas kesehatan dekat dan mudah dijangkau menjadi isu penting bagi masyarakat setempat.

Dari sisi ketersediaan layanan kesehatan, Mesuji masih berada di kelompok terbawah di Provinsi Lampung. Data BPS Lampung 2025 menunjukkan Kabupaten Mesuji hanya memiliki dua rumah sakit, tanpa klinik utama, serta lima belas puskesmas.

Itu terdiri dari delapan puskesmas rawat inap dan tujuh puskesmas tanpa rawat inap. Jika dijumlahkan, hanya terdapat 17 fasilitas kesehatan di seluruh wilayah kabupaten ini.

Jumlah tersebut menempatkan Mesuji sebagai daerah peringkat kedua dari bawah dalam ketersediaan fasilitas kesehatan di Lampung. Dengan kondisi wilayah luas dan pemukiman berjauhan, penambahan puskesmas dan klinik menjadi kebutuhan strategis dan utama bagi daerah ini.

5. Kabupaten Pesisir Barat

ilustrasi kesehatan tulang (freepik.com/freepik)
ilustrasi kesehatan tulang (freepik.com/freepik)

Kabupaten Pesisir Barat berada di ujung barat Provinsi Lampung dan langsung menghadap Samudra Hindia. Wilayah ini memiliki luas sekitar 2.939,60 km² dengan jumlah penduduk berkisar 172 ribu jiwa.

Karakter wilayah terdiri dari pesisir panjang, perbukitan, dan desa-desa terpencar membuat mobilitas masyarakat cukup menantang. Kondisi tersebut berdampak pada pemerataan layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan, membutuhkan jarak tempuh relatif jauh bagi sebagian warga.

Berdasarkan data BPS terbaru, Pesisir Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah fasilitas kesehatan paling sedikit di Provinsi Lampung. Di Pesisir Barat hanya terdapat satu rumah sakit, dua klinik utama, dan sebelas puskesmas.

Itu terdiri dari tujuh puskesmas dengan rawat inap dan empat puskesmas tanpa rawat inap. Total keseluruhannya, hanya ada empat belas fasilitas layanan kesehatan.

Di tengah kondisi geografis menantang dan jumlah fasilitas terbatas, masyarakat masih harus bergantung pada rujukan ke daerah tetangga untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu. Secara peringkat, Pesisir Barat berada di urutan paling bawah dalam jumlah fasilitas kesehatan di Lampung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

2 Pelajar SMK Edarkan Narkoba, Disdikbud Lampung Siapkan Langkah Tegas

14 Jan 2026, 20:03 WIBNews