Tiba di Lampung, Pasutri Korban Mbah Slamet Dimakamkan TPU Desa

Pesawaran, IDN Times - Jenazah Pasutri asal Lampung menjadi korban pembunuhan dukun palsu pengganda uang Slamet Tohari alias Mbah Slamet (45), Irsyad dan Wahyu Triningsih tiba di rumah duka Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (8/4/2023) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kedua jenazah dibawa petugas dari Banjarnegara, Jawa Tengah menuju Pesawaran, Lampung menggunakan mobil ambulans. Kedatangannya langsung disambut pihak keluarga didampingi personel Polres Pesawaran.
Pascasempat disemayamkan di rumah duka, jenazah Irsyad dan Wahyu Triningsih kemudian dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simbaretno guna dimakamkan ke liang lahat.
1. Proses pemakaman diselimuti suasana haru

Berdasarkan informasi, proses pemakaman kedua jenazah tampak dihadiri puluhan keluarga, para kerabat hingga tetangga. Irsyad dan Wahyu Triningsih dimasukkan ke dua liang lahat berbeda dengan jarak berdekatan.
Proses pemakaman berlangsung penuh haru, beberapa sanak keluarga tampak mengucurkan air mata ketika peti jenazah di masukan ke liang kubur.
Putri sulung kedua korban, Alda Cahya nampak tertunduk lesu seraya berusaha tegar di hadapan pemakaman kedua orang tuanya dengan bola mata penuh berkaca-kaca.
2. Keluarga sampaikan ucapan terima kasih atas kepulangan jenazah

Kakak korban Wahyu Triningsih, Surkriyadi mengucap terima kasih kepada semua pihak, terkhusus aparat kepolisian telah membantu proses pemulangan jenazah kedua adik kandung dan iparnya tersebut.
Pasalnya, proses identifikasi hingga pemulangan jenazah kedua korban pembunuhan berantai ini harus diakui cukup panjang dan rumit.
"Kepada semua pihak, kami mengucapkan banyak terima kasih atas proses pemulangan kedua jenazah adik kami," ucapnya.
3. Berharap pelaku diadili sanksi berat

Mewakili pihak keluarga, Surkriyadi berharap agar pelaku pembunuhan keji bermodus ritual penggandaan uang Mbah Slamet, itu dapat diberikan atau diadili sanksi hukuman berat sesuai peraturan perundang-undangan.
"Ya kami keluarga ikhlas melepas kepergian kedua adik kami ini, tapi kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya," tandas dia.