Lawan Kriminalitas, Lamsel Galakkan Ronda dengan Kentongan

- Polres Lampung Selatan meluncurkan program Sabuk Kamtibmas 1.000 Kentongan untuk menghidupkan ronda malam dan memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat melalui komunikasi cepat saat darurat.
- Data sejak Januari 2026 mencatat 197 kasus kejahatan 3C dan 99 kecelakaan lalu lintas, mendorong perlunya sinergi aparat dan warga dalam menekan angka kriminalitas di Lampung Selatan.
- Kapolres Toni Kasmiri mengingatkan kewaspadaan jelang May Day serta mengajak masyarakat menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi informasi media sosial, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi keamanan bersama.
Lampung Selatan, IDN Times - Polres Lampung Selatan menggencarkan program Sabuk Kamtibmas 1.000 Kentongan untuk menghidupkan kembali budaya ronda malam sekaligus memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat. Program ini diharapkan menjadi solusi komunikasi cepat dalam situasi darurat serta menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri mengatakan, penyerahan kentongan secara simbolis dilakukan sebagai tanda dimulainya kembali penguatan sistem keamanan lingkungan. Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk mengaktifkan kembali peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
1. Sabuk Kamtibmas 1.000 Kentongan jadi langkah konkret perkuat keamanan warga

Toni menegaskan, kentongan bukan sekadar simbol, melainkan alat komunikasi cepat yang efektif dalam kondisi darurat di tingkat masyarakat. Suara kentongan diharapkan mampu menjadi penanda bagi warga untuk segera merespons situasi yang terjadi.
“Kalau ada gangguan keamanan, pukul kentongan. Itu akan mengundang perhatian warga untuk bersama-sama bertindak, tentunya dalam hal positif. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan," jelasnya.
2. Ratusan kasus kriminalitas dan kecelakaan jadi perhatian serius

Menurutnya, program ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data sejak Januari 2026, tercatat sebanyak 197 kasus kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor. Selain itu, terdapat juga 99 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Lampung Selatan.
Angka tersebut dinilai masih cukup tinggi, sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menekan potensi kejahatan.
“Angka ini tergolong tinggi. Karena itu, perlu sinergi semua pihak dalam menekan angka kriminalitas,” kata Toni.
Selain itu, kapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global yang berpotensi berdampak pada kondisi dalam negeri, termasuk isu ekonomi dan sosial yang berkembang di masyarakat.
3. Waspada May Day dan ajakan perkuat kolaborasi masyarakat

Ia juga menyoroti agenda nasional dalam waktu dekat, seperti peringatan Hari Buruh (May Day), berpotensi melibatkan mobilisasi massa dalam jumlah besar. Toni mengatakan, apapun kebijakan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat harus bersama-sama mengamankan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama.
Lebih lanjut, Toni mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial serta terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan TNI dan masyarakat. Mari kita jaga Lampung Selatan bersama-sama,” ujarnya.


















