Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Daerah di Lampung Paling Banyak Pencari Kerja

5 Daerah di Lampung Paling Banyak Pencari Kerja
ilustrasi pengangguran (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Data BPS Lampung mencatat 28.746 pencari kerja berbanding 9.524 lowongan, menunjukkan ketimpangan besar antara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan di provinsi tersebut.
  • Kota Bandar Lampung menempati posisi pertama dengan 6.224 pencari kerja, disusul Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Lampung Utara dengan tingkat ketimpangan bervariasi.
  • Kondisi ini menegaskan perlunya langkah strategis pemerintah dan swasta seperti peningkatan investasi, pengembangan industri, serta pelatihan keterampilan agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak melambat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Lapangan pekerjaan kini menjadi masalah serius di berbagai daerah di Indonesia. Minimnya lapangan pekerjaan tak sebanding dengan banyaknya para pencari kerja yang terus bertambah setiap tahunnya.

Hal ini juga dirasakan di Provinsi Lampung. Menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, jumlah pencari kerja terlapor mencapai 28.746 orang, sementara lowongan kerja tersedia hanya 9.524.

Ketimpangan ini memperlihatkan jurang cukup lebar antara kebutuhan masyarakat akan pekerjaan dan ketersediaan peluang kerja. Berikut IDN Times merangkum 5 daerah di Lampung dengan jumlah pencari kerja terbanyak berdasarkan data tersebut.

Table of Content

1. Kabupaten Lampung Utara

1. Kabupaten Lampung Utara

Ilustrasi Pengangguran akibat terkena PHK (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Pengangguran akibat terkena PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Kabupaten Lampung Utara memiliki luas wilayah sekitar 2.725 km² dengan kondisi geografis berupa dataran rendah dan perbukitan. Wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, menjadi mata pencaharian utama masyarakat.

Namun, keterbatasan sektor industri dan minimnya investasi membuat peluang kerja formal di daerah ini masih terbatas. Hal ini mendorong banyak masyarakat usia produktif masuk dalam kategori pencari kerja.

Data BPS menunjukkan jumlah pencari kerja di Lampung Utara mencapai 1.704 orang, terdiri dari 778 laki-laki dan 926 perempuan. Sementara jumlah lowongan kerja hanya 134, dengan rincian 104 untuk laki-laki dan 30 untuk perempuan.

Lampung Utara berada di posisi kelima dalam daftar ini. Ketimpangan cukup besar antara pencari kerja dan lowongan kerja berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan angka pengangguran, serta mendorong migrasi tenaga kerja ke daerah lain jika tidak segera diatasi.

2. Kabupaten Lampung Selatan

Ilustrasi pengangguran dan PHK (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi pengangguran dan PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Kabupaten Lampung Selatan memiliki luas wilayah sekitar 2.007 km² dengan kondisi geografis beragam, mulai dari wilayah pesisir, dataran rendah, hingga perbukitan. Letaknya strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera membuat daerah ini cukup berkembang dibanding wilayah lain.

Masyarakatnya banyak bekerja di sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan. Selain itu, keberadaan kawasan industri dan akses transportasi juga menjadikan Lampung Selatan sebagai salah satu tujuan pencari kerja.

Jumlah pencari kerja di daerah ini tercatat sebanyak 2.874 orang, dengan rincian 1.359 laki-laki dan 1.515 perempuan. Sementara lowongan kerja tersedia mencapai 1.561, terdiri dari 1.064 untuk laki-laki dan 497 untuk perempuan.

Lampung Selatan menempati posisi keempat. Meski jumlah lowongan kerja relatif lebih banyak dibanding beberapa daerah lain, ketimpangan tetap terjadi. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja dan perluasan sektor industri, maka potensi pertumbuhan ekonomi daerah bisa terhambat.

3. Kabupaten Lampung Timur

ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)

Kabupaten Lampung Timur memiliki luas wilayah sekitar 5.325 km² dan dikenal dengan kondisi geografis berupa dataran rendah luas serta kawasan pesisir di bagian timur. Sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan menjadi mata pencaharian utama masyarakat di wilayah ini.

Namun, ketergantungan pada sektor-sektor tradisional membuat peluang kerja formal menjadi sangat terbatas. Banyak masyarakat, terutama usia produktif, mulai mencari pekerjaan di luar sektor utama tersebut.

Berdasarkan data BPS, jumlah pencari kerja di Lampung Timur mencapai 4.779 orang, terdiri dari 1.786 laki-laki dan 2.993 perempuan. Sementara jumlah lowongan kerja hanya 171, dengan rincian 124 untuk laki-laki dan 47 untuk perempuan.

Lampung Timur berada di posisi ketiga, namun menjadi salah satu daerah dengan ketimpangan paling tinggi antara pencari kerja dan lowongan kerja. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat mendorong peningkatan urbanisasi ke kota-kota besar, menurunkan produktivitas daerah, serta memperlambat pembangunan ekonomi lokal.

4. Kabupaten Lampung Tengah

Ilustrasi Pengangguran
Ilustrasi Pengangguran (Pexel/Ron Lach)

Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu wilayah terluas di Provinsi Lampung dengan luas sekitar 4.545 km². Secara geografis, daerah ini didominasi dataran rendah dengan hamparan lahan pertanian dan perkebunan luas, menjadikannya sebagai salah satu lumbung pangan di Lampung.

Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan tradisional. Namun, seiring berkembangnya zaman, banyak generasi muda mulai beralih mencari pekerjaan di sektor formal yang jumlahnya masih terbatas di daerah ini.

Data BPS mencatat jumlah pencari kerja di Lampung Tengah mencapai 5.445 orang, dengan rincian 2.232 laki-laki dan 3.213 perempuan. Sementara itu, lowongan kerja tersedia hanya 2.759, terdiri dari 1.221 untuk laki-laki dan 1.538 untuk perempuan.

Lampung Tengah berada di posisi kedua dalam daftar ini. Ketimpangan ini menunjukkan meskipun sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi, namun belum mampu menyerap seluruh angkatan kerja secara optimal. Jika tidak ada diversifikasi lapangan pekerjaan, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan angka pengangguran terselubung.

5. Kota Bandar Lampung

ilustrasi pengangguran (freepik.com/freepik)
ilustrasi pengangguran (freepik.com/freepik)

Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah sekitar 197,22 km² dengan kondisi geografis strategis karena berada di wilayah pesisir Teluk Lampung. Kota ini menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, hingga jasa, sehingga menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.

Mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor perdagangan, jasa, transportasi, serta industri kecil dan menengah. Tingginya arus urbanisasi ke kota ini juga membuat persaingan kerja semakin ketat, terutama bagi pencari kerja dengan keterampilan terbatas.

Berdasarkan data BPS, jumlah pencari kerja di Kota Bandar Lampung mencapai 6.224 orang, terdiri dari 3.532 laki-laki dan 2.692 perempuan. Di sisi lain, jumlah lowongan kerja terlapor sebanyak 3.625, dengan rincian 2.586 untuk laki-laki dan 1.039 untuk perempuan.

Kota ini menempati posisi pertama sebagai daerah dengan jumlah pencari kerja terbanyak di Lampung. Meski memiliki jumlah lowongan kerja paling tinggi dibanding daerah lain, ketimpangan tetap terasa. Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM dan pemerataan kesempatan kerja, maka risiko pengangguran perkotaan, kemiskinan, hingga masalah sosial lainnya akan semakin meningkat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More