5 Daerah di Lampung Punya Hutan Terluas, Potensi Alam Melimpah

- Lampung dikenal memiliki kekayaan alam melimpah dengan bentang pegunungan, perbukitan, dan pesisir yang menjadikannya provinsi dengan kawasan hutan serta perairan produktif berperan penting bagi ekosistem.
- Berdasarkan data BPS dan SK Menteri Kehutanan, lima daerah dengan kawasan hutan terluas di Lampung adalah Pesisir Barat, Lampung Selatan, Way Kanan, Tanggamus, dan Lampung Barat.
- Lampung Barat menempati posisi pertama dengan luas hutan mencapai 326.312,27 ribu hektare didominasi kawasan konservasi tinggi yang berpotensi dikembangkan menjadi ekowisata dan ekonomi hijau berkelanjutan.
Bandar Lampung, IDN Times - Lampung dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam melimpah. Bentang alamnya beragam, mulai dari pegunungan, perbukitan, hingga pesisir dan laut, menjadikan provinsi ini memiliki kawasan hutan luas serta wilayah perairan produktif.
Hutan-hutan di Lampung tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, tetapi juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna langka dilindungi. Salah satu kawasan penting menjadi bagian dari kekayaan tersebut adalah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang membentang di beberapa wilayah dan dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati.
Di sisi lain, wilayah perairan Lampung juga memiliki potensi besar dalam mendukung kehidupan masyarakat, terutama di sektor perikanan dan pariwisata. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, berikut ini IDN Times merangkum lima daerah dengan luas wilayah hutan dan konservasi perairan paling besar di Provinsi Lampung.
1. Kabupaten Pesisir Barat

Kabupaten Pesisir Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.907 km² dengan kondisi geografis berupa pesisir panjang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia serta kawasan perbukitan. Kondisi ini membuat masyarakatnya banyak bekerja di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, terutama wisata pantai.
Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 256/KPTS–II/2000, total luas kawasan hutan di wilayah ini mencapai 43.050,10 ribu hektare. Rinciannya terdiri dari hutan lindung seluas 9.692,10 ribu hektare serta hutan produksi terbatas sebesar 33.358,00 ribu hektare.
Pesisir Barat menempati posisi kelima. Dengan kekayaan alam dimiliki, daerah ini memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata bahari dan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
2. Kabupaten Lampung Selatan

Kabupaten Lampung Selatan memiliki luas wilayah sekitar 2.109 km² dengan kondisi geografis didominasi dataran rendah serta wilayah pesisir strategis. Letaknya dekat dengan Selat Sunda menjadikan daerah ini memiliki aktivitas ekonomi cukup dinamis.
Mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian, perikanan, serta perdagangan berkembang pesat. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 256/KPTS–II/2000, total luas kawasan hutan di Lampung Selatan mencapai 69.868,70 ribu hektare.
Komposisinya terdiri dari hutan lindung seluas 13.786,70 ribu hektare, kawasan suaka alam dan pelestarian alam sebesar 13.735,10 ribu hektare, serta hutan produksi tetap seluas 42.346,90 ribu hektare menjadi penopang ekonomi daerah.
Selain itu, wilayah ini juga memiliki konservasi perairan seluas 13.735,10 hektare sehingga menunjukkan pentingnya ekosistem laut di daerah ini. Dengan capaian tersebut, Lampung Selatan berada di posisi keempat.
Kombinasi antara kekayaan hutan dan perairan menjadikan daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bahari, perikanan, serta konservasi lingkungan berkelanjutan.
3. Kabupaten Way Kanan

Kabupaten Way Kanan memiliki luas wilayah sekitar 3.921 km² dengan karakter geografis berupa dataran rendah dan perbukitan cukup luas. Kondisi ini mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Selain itu, sektor kehutanan juga memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Mengacu pada SK Menteri Kehutanan Nomor 256/KPTS–II/2000, total luas kawasan hutan di Way Kanan mencapai 89.286,42 ribu hektare.
Rinciannya terdiri dari hutan lindung seluas 22.289,10 ribu hektare serta hutan produksi tetap yang cukup dominan, yaitu sebesar 66.997,32 ribu hektare. Hal ini menunjukkan kawasan hutan di daerah ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung lingkungan, tetapi juga sebagai sumber ekonomi.
Way Kanan menempati posisi ketiga dalam daftar ini. Dengan dominasi hutan produksi, daerah ini memiliki potensi besar dalam pengelolaan hasil hutan berkelanjutan.
Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
4. Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tanggamus memiliki luas wilayah sekitar 4.654 km² dengan kondisi geografis beragam, mulai dari pegunungan hingga wilayah pesisir. Keberagaman ini menjadikan daerahnya kaya akan sumber daya alam.
Masyarakatnya pun banyak bekerja di sektor pertanian, perkebunan, serta perikanan yang berkembang mengikuti karakter wilayahnya. Mengacu pada SK Menteri Kehutanan Nomor 256/KPTS–II/2000, total luas kawasan hutan di Tanggamus mencapai 135.504,55 ribu hektare (hasil pengolahan data).
Luasan ini didominasi hutan lindung sebesar 132.159,55 ribu hektare, serta kawasan suaka alam dan pelestarian alam seluas 3.345,00 ribu hektare. Selain itu, terdapat konservasi daratan seluas 3.345 hektare.
Dengan capaian tersebut, Tanggamus berada di posisi kedua. Besarnya kawasan hutan lindung menjadikan wilayah ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memiliki peluang besar untuk pengembangan wisata alam berbasis konservasi.
5. Kabupaten Lampung Barat

Kabupaten Lampung Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.142 km² dengan kondisi geografis didominasi oleh pegunungan dan perbukitan di sepanjang Bukit Barisan. Lanskap alam ini membuat wilayahnya kaya akan tutupan hutan masih relatif terjaga.
Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar bergerak di sektor pertanian dan perkebunan, terutama kopi yang menjadi komoditas unggulan, serta aktivitas kehutanan yang tetap memperhatikan aspek kelestarian.
Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 256/KPTS–II/2000, Kabupaten Lampung Barat tercatat memiliki total luas kawasan hutan mencapai 326.312,27 ribu hektare. Luasan ini didominasi oleh kawasan suaka alam dan pelestarian alam sebesar 297.079,00 ribu hektare.
Itu menunjukkan tingginya nilai konservasi di wilayah ini. Selain itu, terdapat hutan lindung seluas 39.231,27 ribu hektare berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem dan tata air di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, wilayah konservasi di Lampung Barat juga mencakup konservasi perairan seluas 21.600 hektare dan konservasi daratan sebesar 275.479 hektare. Dengan total luasan tersebut, Lampung Barat menempati posisi pertama sebagai daerah dengan kawasan hutan dan konservasi terluas di Lampung.
Potensi ini jika dikelola secara berkelanjutan dapat dikembangkan menjadi ekowisata, penelitian biodiversitas, hingga sumber ekonomi hijau yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.


















