Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Rinita, Anak Driver Ojol Lolos FK Unila Melalui SNBP 2026

Kisah Rinita, Anak Driver Ojol Lolos FK Unila Melalui SNBP 2026
Rinita Irawati, Anak Driver Ojol Tembus FK Unila Lewat SNBP 2026. (Dok.Istimewa)
Intinya Sih
  • Rinita Irawati, lulusan SMAN 1 Bandar Lampung dan anak seorang driver ojol, berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran Universitas Lampung lewat jalur SNBP 2026.
  • Dukungan penuh dari orang tua, terutama ayahnya yang bekerja sebagai ojek online dan ibunya yang selalu memberi semangat, menjadi kekuatan utama Rinita menghadapi keterbatasan ekonomi.
  • Rinita berkomitmen menempuh pendidikan kedokteran dengan sungguh-sungguh serta ingin mengabdi di Lampung, sambil mengingatkan pelajar lain agar tidak menyerah meski menghadapi keterbatasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), pada Selasa (31/3/2026), jadi hari yang tak akan dilupakan Rinita Irawati. Siswi lulusan SMAN 1 Bandar Lampung itu resmi diterima di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila), jurusan yang sejak lama ia impikan.

Ketika pengumuman SNBP keluar dan nama Rinita dinyatakan lolos FK Unila, suasana rumahnya berubah jadi haru. Rinita mengaku momen itu terasa seperti titik puncak dari perjuangan panjang yang ia jalani sejak bertahun-tahun. Bukan hanya dirinya yang bahagia, tetapi seluruh keluarga ikut terharu.

“Rasanya seperti pencapaian besar dalam hidup saya. Keluarga saya sangat terharu dan bangga. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa proses panjang itu beneran gak akan mengkhianati hasil," kata Rinita, Jumat (10/4/2026).

1. Siap jadi dokter dan ingin kembali mengabdi di Lampung

ilustrasi dokter yang ramah (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi dokter yang ramah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Setelah resmi diterima di FK Unila, Rinita menyadari perjuangannya belum selesai. Ia justru merasa ini baru awal dari perjalanan yang lebih besar. Ia berkomitmen menjalani pendidikan dengan serius dan terus mengembangkan diri.

Rinita punya harapan besar, kelak bisa menjadi tenaga medis yang kompeten dan memberi kontribusi nyata untuk masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung. Baginya, menjadi dokter bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk membawa manfaat bagi orang lain.

Bagi Rinita, lolos FK Unila bukan sekadar tiket menuju bangku kuliah, melainkan bukti bahwa mimpi besar tetap bisa diraih meski hidup tak selalu menawarkan kemudahan. Rinita menceritakan, ketertarikannya pada dunia kedokteran sudah muncul sejak masih kecil. Tapi keinginannya itu semakin kuat ketika ia mengalami peristiwa cukup membekas dalam keluarga.

Saat sang nenek mengalami stroke, Rinita melihat langsung bagaimana pentingnya peran tenaga medis. Ia menyaksikan proses pengobatan, perjuangan pasien, hingga dampak emosional yang dialami keluarga. Dari pengalaman itu, ia sadar dokter bukan hanya soal ilmu dan tindakan medis, tetapi juga soal empati.

“Dari situ saya melihat bahwa pasien tidak hanya membutuhkan pengobatan secara fisik, tetapi juga dukungan secara psikologis,” ujar Rinita.

2. Dukungan orangtua jadi semangat menggapai asa

ilustrasi sebuah keluarga (alodokter.com)
ilustrasi sebuah keluarga (alodokter.com)

Rinita dikenal sebagai siswa yang tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga aktif dalam kegiatan non-akademik di sekolah, satu di antaranya ekstrakurikuler basket. Meski jadwal latihan dan aktivitas sekolah cukup padat, ia tetap menjaga konsistensi belajar agar nilai tetap stabil. Bagi Rinita, aktif organisasi bukan alasan untuk mengendurkan tanggung jawab akademik. Ia menyebut, semua itu justru melatih dirinya untuk disiplin mengatur waktu, membagi energi, dan belajar lebih terstruktur.

Namun, Rinita pernah berada di fase lelah dan tertekan. Beban belajar yang tinggi sering membuatnya kewalahan, apalagi ketika memikirkan biaya pendidikan kedokteran yang dikenal mahal. Sebagai anak dari keluarga sederhana, kekhawatiran soal biaya bukan hal yang bisa diabaikan.

“Saya pernah merasa lelah dan ragu, terutama karena keterbatasan biaya. Tapi saya selalu ingat tujuan saya dan dukungan orang tua,” katanya.

Rinita juga menceritakan, dibalik keberhasilannya, ada sosok ayahnya, Bukhori, yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online. Bagi Rinita, ayahnya bukan sekadar pencari nafkah, tetapi juga figur pekerja keras yang mengajarkan arti tanggung jawab.

Sedangkan sang ibu, Isnaini, menjadi sumber dukungan moral yang tak pernah putus. Doa, perhatian, dan keyakinan ibunya menjadi energi tambahan yang membuat Rinita merasa tidak sendirian. Nilai disiplin dan rasa syukur yang ditanamkan orang tuanya sejak kecil akhirnya menjadi pegangan Rinita saat menghadapi masa-masa sulit.

3. Keterbatasan bukan alasan berhenti bermimpi

Ilustrasi Kuliah Kedokteran (pixabay.com/jarmoluk)
Ilustrasi Kuliah Kedokteran (pixabay.com/jarmoluk)

Di tengah kebahagiaan ini, Rinita juga menitipkan pesan untuk para pelajar yang sedang berjuang meraih impian. Ia ingin kisahnya menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah.

“Untuk teman-teman, tetap semangat dan jangan menyerah. Percayalah pada proses, karena setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Jangan jadikan keterbatasan sebagai hambatan untuk meraih cita-cita,” pesannya.

Rinita berharap langkahnya hari ini bisa menjadi awal dari perjalanan panjang yang lebih bermanfaat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa mimpi besar bisa lahir dari rumah sederhana—bahkan dari keluarga seorang ayah ojol yang tak pernah lelah bekerja demi masa depan anaknya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Lampung

See More