Puluhan Warga Menggala, Tulang Bawang Keracunan Menu Kering MBG!

- Puluhan warga di Kecamatan Menggala, Tulang Bawang mengalami keracunan usai menyantap menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan total korban mencapai 33 orang dari berbagai usia.
- Ketua Satgas MBG Lampung, Saipul, membenarkan insiden tersebut dan menyebut seluruh korban telah mendapat penanganan medis, sebagian dirawat di rumah sakit dan kondisinya mulai membaik.
- Penyebab pasti keracunan masih diselidiki, sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat ditutup sementara untuk evaluasi dan pemeriksaan ulang terhadap standar operasional prosedur.
Tulang Bawang, IDN Times - Puluhan anak hingga sejumlah orang tua di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi diterima IDN Times, para penerima manfaat progam MBG tersebut mengalami gejalan muntah-muntah hingga buang air besar berkali-kali usai menyantap menu kering MBG berupa roti, telur, buah yang dibawa dari sekolah.
Jumlah korban insiden ini sebanyak 33 orang. Mereka meliputi kelompok usia siswa SD-SMP, guru, balita dan anak-anak, lansia, hingga orang tua murid turut melahap menu makanan kering tersebut.
1. Orang tua siswa hingga lansia ikut keracunan

Terkait peristiwa tersebut, Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul membenarkan adanya insiden dugaan keracunan makanan menimpa puluhan warga di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.
“Laporan awal tadi malam itu baru delapan orang. Ternyata setelah pagi hari, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 30-an orang. Tapi semuanya sudah ditangani,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Para korban mengalami gejala mual, muntah, dan diare berasal dari berbagai kelompok usia. Bukan hanya siswa penerima manfaat MBG, tetapi juga orang dewasa hingga lansia turut mengonsumsi menu makanan kering dibawa anak-anak dari sekolah.
“Kondisi mereka sudah ditangani, ada yang dirawat di rumah sakit, ada juga yang ditangani di balai pengobatan dan puskesmas. Alhamdulillah kondisinya membaik, tidak ada yang sampai parah,” lanjut dia.
2. Belum tahu penyebab keracunan
Saipul mengaku hingga kini belum menerima laporan detail ihwal jenis menu MBG diduga menjadi penyebab keracunan. Pihaknya juga masih menunggu laporan resmi.
“Memang bagian dari menu yang dibagikan, tapi detailnya belum kami terima. Termasuk isu telur dari Lampung Timur, itu belum bisa kami pastikan,” katanya.
3. SPPG sudah ditutup sementara

Sebagai langkah antisipasi awal, Saipul menyebutkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi MBG di wilayah tersebut telah ditutup sementara.
Menurutnya, keputusan penutupan tersebut dilakukan untuk kepentingan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“SPPG nya sudah ditutup sementara. Nanti akan dievaluasi, dimonitoring, diawasi kembali, dicek kesiapan dan kepatuhan terhadap SOP sebelum dibuka lagi,” tegasnya.


















