Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Program Strategis Peningkatan Produktivitas Pertanian Lampung?

Apa Program Strategis Peningkatan Produktivitas Pertanian Lampung?
ilustrasi pertanian gandum (pexels.com/Soran Ali)
Intinya Sih
  • Lampung selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong yang menopang pasokan pangan untuk Sumatera dan DKI Jakarta.
  • Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sektor pertanian melalui perbaikan tata niaga, distribusi pupuk, serta kebijakan harga gabah yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
  • Berbagai program strategis seperti modernisasi alat pertanian, pembangunan irigasi, dan hilirisasi produk digencarkan untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga ketahanan pangan menghadapi potensi krisis global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Sektor pertanian Lampung selama bertahun-tahun menghadapi persoalan mendasar. Mulai dari tata niaga yang tidak berpihak kepada petani, distribusi pupuk yang tidak optimal, hingga rendahnya produktivitas pertanian.

Akibat kondisi tersebut, kesejahteraan petani berjalan lambat dan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah.

"Dulu petani kita hanya bertani untuk bertahan hidup. Harga gabah rendah, pupuk sulit, harga hasil panen jatuh saat musim panen raya, sementara keuntungan petani sangat kecil," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (27/5/2026).

1. Ini tiga komoditas utama Lampung selam puluhan tahun

ilustrasi kebun jagung (pexels.com/Artem Beliaikin)
ilustrasi kebun jagung (pexels.com/Artem Beliaikin)

Gubernur akrab disapa Mirza ini menjelaskan, tiga komoditas utama yang menjadi kekuatan Lampung selama puluhan tahun adalah padi, jagung, dan singkong. Selain itu, Lampung juga memiliki sektor peternakan yang kuat melalui produksi ayam, telur, sapi, dan kambing yang menopang kebutuhan pangan nasional.

Menariknya, surplus produksi pangan yang dimiliki Lampung selama ini telah berkontribusi besar terhadap pasokan pangan nasional, terutama untuk wilayah Sumatera dan DKI Jakarta.

"Jagung Lampung menjadi bahan baku pakan ternak nasional, beras Lampung menyuplai berbagai daerah, dan singkong Lampung menopang industri tapioka nasional. Ini adalah kekuatan besar yang harus terus kita jaga dan tingkatkan," kata Mirza.

2. Benahi sektor pangan

Ibrahim sedang mengeringkan gabahnya di Desa Muara Enggelam (IDN Times/Surya Aditya)
Ibrahim sedang mengeringkan gabahnya di Desa Muara Enggelam (IDN Times/Surya Aditya)

Merujuk kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh langkah pemerintah pusat membenahi sektor pangan. Termasuk penetapan harga gabah, perbaikan distribusi pupuk, dan penguatan rantai pasok hasil pertanian.

Mirza menyebut kebijakan tersebut mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani di Lampung. "Hari ini harga gabah dijaga 6.500 per kilogram, pupuk mulai tersedia, dan tata niaga mulai dibenahi. Dampaknya, pendapatan petani meningkat dan ekonomi daerah mulai bergerak lebih baik," katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan petani terlihat dari meningkatnya daya beli masyarakat di daerah sentra pertanian. Termasuk kenaikan penjualan kendaraan bermotor dan meningkatnya jumlah masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Ketika petani sejahtera, ekonomi desa bergerak. Anak-anak petani bisa sekolah lebih tinggi, konsumsi masyarakat meningkat, dan kualitas hidup masyarakat ikut membaik," ujarnya.

3. Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan luas wilayah mencapai sekitar 3,3 juta hektare dan lebih dari 1,2 juta hektare lahan pertanian produktif, Lampung menjadi penopang utama produksi pangan di Sumatera dan sebagian Pulau Jawa.

"Fondasi utama ekonomi Lampung adalah pertanian. Karena itu, pembangunan sektor pertanian harus menjadi prioritas bersama. Ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah-daerah produsen seperti Lampung," ujar Mirza.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung mendukung program swasembada pangan nasional melalui penguatan produktivitas pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

4. Program strategis dorong peningkatan produktivitas pertanian ala Pemprov Lampung

ilustrasi sawah (pexels.com/quang)
ilustrasi sawah (pexels.com/quang)

Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui berbagai program strategis. Misalnya, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan dryer jagung, dan penguatan distribusi pupuk.

Selain itu, modernisasi alat dan mesin pertanian, hilirisasi produk pertanian, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Menurut Mirza, peningkatan produktivitas menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kita tidak boleh berhenti pada produktivitas hari ini. Kalau produktivitas padi bisa naik dari 5 ton menjadi 8 ton per hektare, maka pendapatan petani juga akan meningkat signifikan," katanya.

Ia menilai, Lampung masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan hasil produksi karena produktivitas pertanian daerah saat ini masih berada di bawah sejumlah negara lain seperti Vietnam dan Tiongkok.

5. Dunia berpotensi menghadapi ancaman krisis pangan beberapa tahun mendatang

Krisis pangan (pexels.com/African Recipe TV)
Krisis pangan (pexels.com/African Recipe TV)

Mirza mengingatkan dunia berpotensi menghadapi ancaman krisis pangan dalam beberapa tahun mendatang. Oleh sebab itu, daerah produsen pangan harus memperkuat kapasitas produksi dan menjaga stabilitas pasokan pangan.

"Daerah yang memiliki pangan akan menjadi daerah yang kuat dan stabil. Karena itu, Lampung harus siap menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Mirza juga meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, BUMN, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Provinsi Lampung. Menurutnya, seluruh program pembangunan harus terintegrasi dan diarahkan pada tujuan bersama, yakni memperkuat produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

"Seluruh kebijakan yang kita buat harus berdampak langsung kepada masyarakat. Ketika pertanian tumbuh, maka ekonomi daerah akan tumbuh, kemiskinan berkurang, dan kualitas SDM akan meningkat," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More