Pusat Kucur Rp1,4 Triliun Percepat Swasembada Pangan Lampung 2026

- Pemerintah pusat menargetkan luas panen 850 ribu–1 juta hektare per tahun di Lampung, sejalan dengan posisinya sebagai sentra produksi pangan nasional.
- Produksi padi dan beras Lampung terus meningkat hingga 2025, menjadikannya salah satu kontributor utama swasembada pangan nasional dengan target produksi naik 20 persen pada 2026.
- Kementerian Pertanian mengucurkan Rp1,4 triliun untuk mempercepat swasembada pangan Lampung melalui program irigasi, optimasi lahan, penyediaan benih unggul, alsintan, dan regenerasi petani.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah pusat menetapkan target luas panen sekitar 850 ribu hingga 1 juta hektare per tahun di Provinsi Lampung. Target tersebut dinilai selaras dengan potensi dan posisi strategis Lampung sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.
Dalam mendukung pencapaian target tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai program strategis. "Ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama dalam mempertahankan swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Bbpak Presiden," ujar Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi, Tin Latifah, Rabu (27/5/2026).
1. Produksi padi Lampung masuk enam besar nasional

Menurut Tin, Provinsi Lampung menunjukkan capaian luar biasa di sektor pertanian. Khususnya produksi padi. Lampung saat ini masuk enam besar produksi padi nasional dan mencatatkan capaian tertinggi dalam sejarah produksi daerah.
Produksi padi Lampung pada 2024 tercatat sekitar 2,7 juta ton gabah kering giling (GKG) dan meningkat menjadi 3,2 juta ton pada 2025 atau naik 16,53 persen.
Untuk produksi beras imbuhnya, Lampung juga terus meningkat dari 1,5 juta ton pada 2023 menjadi 1,6 juta ton (2024), dan naik mencapai 1,8 juta ton (2025).
2. Pusat tetapkan target produksi pangan 2026 Lampung naik 20 persen

Capaian tersebut membuat kontribusi Lampung terhadap produksi pangan nasional semakin besar. Bahkan saat produksi nasional menurun, pada 2024 lalu, kontribusi Lampung justru meningkat dari 5 persen menjadi 5,11 persen.
"Lampung menjadi salah satu tulang punggung utama tercapainya swasembada pangan nasional. Karena itu, target yang diberikan kepada Lampung juga lebih besar dibanding tahun sebelumnya," katanya.
Merujuk kondisi tersebut, Tin menyampaikan pemerintah pusat tahun ini menetapkan target produksi kepada Lampung sebesar 20 persen lebih tinggi dibanding capaian 2025. Target tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan besar kepada Lampung sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
3. Lampung masuk lima besar nasional provinsi pertumbuhan luas tanam

Selain capaian produksi, evaluasi sementara produksi beras periode Januari-Juni 2026 juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Lampung diperkirakan meningkat sekitar 5,51 persen dibanding periode sebelumnya.
Peningkatan tersebut diproyeksikan dapat tercapai apabila kondisi pertanaman yang ditanam pada Februari hingga April tetap aman dari kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan cuaca ekstrem.
"Di saat banyak provinsi mengalami penurunan produksi, Lampung justru masih mampu tumbuh positif. Ini capaian yang luar biasa," ujarnya.
Dari sisi Luas Tambah Tanam (LTT), Provinsi Lampung juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,42 persen pada periode Oktober 2025 hingga April 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Lampung bahkan masuk lima besar provinsi dengan pertumbuhan luas tanam positif secara nasional dan menempati posisi keempat. Meski demikian, pemerintah tetap meminta seluruh daerah meningkatkan kinerja pada musim tanam kedua, khususnya periode Mei hingga September 2026, agar target produksi tetap tercapai.
4. Kucur anggaran Rp1,4 triliun percepat swasembada pangan Lampung

Tin mengatakan, upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, diperlukan kerja sama dan langkah konkret dari seluruh pihak agar target ketahanan pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.
Menurutnya, untuk mencapai swasembada pangan nasional, pemerintah menargetkan kebutuhan LTT mencapai 16,8 juta hektare. Sementara target luas panen padi yang diharapkan dapat terealisasi berada pada kisaran 13 juta hektare.
Tin menyebutkan untuk mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan di Lampung, Kementerian Pertanian mengalokasikan program dan anggaran sebesar Rp1,4 triliun pada 2026.
Anggaran tersebut mencakup berbagai kegiatan strategis, antara lain pengelolaan air dan irigasi, lahan konservasi dan rehabilitasi, pembangunan jalan usaha tani, cetak sawah dan optimasi lahan. Selain itu untuk peningkatan produksi, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk subsidi, penyuluhan dan regenerasi petani, hingga hilirisasi pertanian.


















