LDII Lampung: Jumlah Kurban Naik 14 Persen Meski Ada Tekanan Ekonomi

- Jumlah hewan kurban warga LDII Lampung naik 14 persen dibanding tahun lalu, dengan total lebih dari 1.700 sapi dan 1.500 kambing di tengah tekanan ekonomi.
- Peningkatan ini dianggap mencerminkan semangat resiliensi masyarakat LDII yang tetap berkurban meski menghadapi tantangan ekonomi, serta menanamkan nilai ketahanan sejak dini.
- FKUB Lampung menilai peningkatan kurban menunjukkan kuatnya ibadah sosial dan penerapan konsep kerja, komunikasi, serta kontribusi dalam kegiatan keagamaan masyarakat.
Bandar Lampung, IDN Times - DPW LDII Provinsi Lampung mencatat jumlah hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah meningkat dibanding tahun lalu. Tahun ini, warga LDII se-Lampung menghimpun lebih dari 1.700 ekor sapi dan 1.500 ekor kambing.
Ketua DPW LDII Lampung, dr. Aditya mengatakan jumlah tersebut naik sekitar 14 persen dibanding pelaksanaan kurban pada 2025.
“Se-Lampung itu sapi 1.700-an, kambing 1.500 lebih. Naik sekitar 14 persen dari tahun lalu,” katanya, Rabu (27/5/2026).
1. Dinilai jadi tanda masyarakat masih mampu bertahan

Aditya menyebut peningkatan jumlah kurban menjadi angin segar di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, warga LDII juga mengalami tantangan ekonomi seperti masyarakat pada umumnya.
Namun ia menilai, kondisi tersebut justru mengajarkan pentingnya resiliensi atau kemampuan bertahan dalam situasi sulit.
“Di situasi yang kurang menguntungkan pun, kita mestinya masih bisa bertahan. Jangan hanya mengeluh, tapi bagaimana mencari peluang di tengah kesempitan,” ujarnya.
2. Anak-anak hingga lansia ikut tabungan kurban

Menurut Aditya, budaya berkurban di lingkungan LDII ditanamkan sejak dini melalui program tabungan kurban. Program tersebut diikuti warga, mulai anak-anak hingga lansia.
Ia mengatakan, anak-anak pengajian juga diajarkan menyisihkan uang jajan untuk ikut berkurban sesuai kemampuan masing-masing.
“Jadi mereka ikut menabung, lalu nanti juga menikmati daging kurban dari hasil tabungan mereka sendiri,” katanya.
3. FKUB nilai kurban jadi bentuk ibadah sosial

Ketua FKUB Lampung, Bahruddin menilai peningkatan jumlah hewan kurban menunjukkan tingginya semangat ibadah sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, beragama tidak hanya soal ibadah personal kepada Tuhan, tetapi juga harus memberi manfaat sosial bagi lingkungan sekitar.
“Kita tidak boleh hanya memikirkan ibadah individual kepada Sang Khalik, tapi juga ada ibadah sosial. Dua-duanya harus berjalan seiring,” ujarnya.
Bahruddin juga menilai konsep 3K yang diterapkan LDII, yakni kerja atau kinerja, komunikasi, dan kontribusi, terlihat dalam pelaksanaan kurban yang melibatkan banyak unsur masyarakat.


















