Kapolda Lampung: Kamuflase Muatan Legal Modus Favorit Jaringan Narkoba

- Upaya mengelabui petugas: Penggunaan kendaraan pengangkut kebutuhan pokok sebagai modus penyelundupan narkotika.
- Pola penyelundupan berubah-ubah: Jaringan pelaku memanfaatkan muatan legal sebagai kedok untuk menghindari kecurigaan petugas.
- Perkuat pengawasan di Pelabuhan Bakauheni: Polda Lampung dan jajaran terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika lintas provinsi.
Lampung Selatan, IDN Times - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf membeberkan praktik penyelundupan narkotika melalui Pelabuhan Bakauheni masih marak dengan memanfaatkan berbagai modus kamuflase, salah satunya menggunakan sarana angkutan sembako dan bahan makanan.
Helfi mengatakan, modus semacam itu dinilai kerap dipilih jaringan narkotika untuk mengelabui petugas saat melintas jalur penyeberangan Pulau Sumatra-Jawa.
"Saya kira sudah beberapa kali dengan modus-modus menggunakan sarana angkutan sembako, bahan makanan, dan sebagainya. Tentunya mereka selalu berganti-ganti modus, melakukan kamuflase dan ini terus diawasi oleh penyidik,” ujarnya saat konferensi pengungkapan 122,51 Kg sabu di Mapolres Lampung Selatan, Senin (12/1/2026).
1. Upaya mengelabui petugas

Helfi mengatakan, penggunaan kendaraan pengangkut kebutuhan pokok bukan kali pertama ditemukan dalam pengungkapan kasus narkotika. Menurutnya, jaringan pelaku terus mengganti pola dan cara penyelundupan agar lolos dari pengawasan aparat.
Sejalan dengan itu, aparat kepolisian tidak tinggal diam menghadapi perubahan pola kejahatan tersebut. Penyidik disebut terus meningkatkan kewaspadaan dengan memanfaatkan kemampuan analisis dan pemantauan intensif terhadap pergerakan jaringan narkotika.
“Penyidik cukup jeli di lapangan. Kami mengikuti alur perjalanan narkotika dari hulu sampai ke hilir, dipelajari dan dianalisa, baru kemudian ditentukan target waktu serta langkah penindakan,” jelasnya.
2. Pola penyelundupan berubah-ubah

Helfi melanjutkan, pola penyelundupan narkotika seiring berkembangnya waktu kian bersifat dinamis dan tidak pernah konstan. Jaringan pelaku kerap memanfaatkan berbagai jenis muatan legal sebagai kedok, termasuk hasil bumi dan bahan pangan untuk menghindari kecurigaan petugas.
“Pola-pola yang mereka lakukan selalu berubah-ubah, macam-macam caranya. Karena itu, pengawasan oleh tim di lapangan terus kami lakukan secara ketat,” tegasnya.
3. Perkuat pengawasan di Pelabuhan Bakauheni

Seiring kembali terungkapnya kasus penyelundupan narkotika ini, Helfi memastikan, Polda Lampung dan jajaran terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika lintas provinsi, guna memutus mata rantai distribusi narkoba dari Sumatra ke Pulau Jawa.
"Pelabuhan Bakauheni sejauh ini masih menjadi salah satu pintu utama perlintasan narkoba antarpulau, ini menjadi fokus pengawasan aparat kepolisian," imbuh dia.
















