Jelang Debat Kedua Cawalkot, Akademisi: Tawarkan Program Realistis

- Debat kedua calon wali kota Bandar Lampung digelar di Swissbel Hotel, Jumat (15/11/2024) dengan tema Sinergi dan Harmonisasi Pembangunan Kota Bandar Lampung.
- Akademisi Candrawansah menekankan pentingnya program konkret yang bisa direalisasikan daripada janji-janji tinggi dalam penyampaian visi dan misi para kandidat.
- Masyarakat diharapkan jeli menilai kemampuan dan pemahaman setiap kandidat dalam menawarkan solusi konkret bagi Bandar Lampung melalui debat kedua.
Bandar Lampung, IDN Times – Debat kedua calon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung bakal digelar esok hari, tepatnya di Swissbel Hotel, Jumat (15/11/2024). Debat kedua kali ini mengusung tema Sinergi dan Harmonisasi Pembangunan Kota Bandar Lampung dalam Memperkokoh NKRI.
Menanggapi hal tersebut, akademisi Universitas Muhammadiyah Lampung, Candrawansah, menyampaikan, dalam penyampaian visi dan misi diharapkan, para kandidat tidak hanya memberikan janji-janji tinggi, tapi juga program konkret yang masuk akal dan bisa direalisasikan.
“Warga Bandar Lampung gak butuh janji yang melangit. Mereka ingin dengar program yang bisa diwujudkan, bukan sekadar retorika yang indah tapi nggak ada buktinya,” katanya, Selasa (14/11/2024).
1. Masyarakat ingin tahu

Menurut Candrawansah, masyarakat ingin tahu langkah-langkah yang akan dilakukan oleh calon pemimpin Kota Bandar Lampung, bukan hanya janji yang terasa jauh dari kenyataan.
Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar janji kampanye tidak hanya sekadar menjadi wacana belaka, tapi benar-benar terealisasi dalam waktu yang pasti.
“Debat nanti pasti seru. Biasanya, penantang bakal lebih kritis terhadap petahana. Sedangkan petahana mungkin akan memamerkan capaian mereka," ujarnya.
2. Kesempatan untuk masyarakat

Candra menyampaikan, dalam debat kedua merupakan kesempatan bagi masyarakat Kota Bandar Lampung untuk melihat calon yang akan dipilih.
"Nah, ini kesempatan buat masyarakat untuk melihat gaya komunikasi, pilihan kata, dan cara masing-masing kandidat dalam menjawab masalah kota,” jelasnya.
3. Masyarakat diminta jeli

Candra juga mengingatkan masyarakat untuk jeli menilai kemampuan dan pemahaman setiap kandidat dalam menawarkan solusi konkret bagi Bandar Lampung.
“Debat bisa jadi momen penting untuk melihat apakah calon wali kota benar-benar punya pemahaman mendalam tentang permasalahan di kota ini,” katanya.



















