Geger Temuan Tapak Harimau, BKSDA Lampung: Lebih Sesuai Jejak Anjing

- Kesimpulan sementara merujuk ke ukuran tapak kaki hingga pola jejak
- Perkuat pengamatan lanjutan, BKSDA meminta warga tidak panik
- BKSDA juga mengimbau warga segera lapor jika menemukan indikasi hewan liar
Lampung Timur, IDN Times – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung memastikan jejak kaki satwa sempat menggegerkan warga Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur bukan berasal dari harimau sumatra.
PEH Ahli Pertama Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Irhamuddin mengatakan, hasil analisa sementara menunjukkan karakteristik jejak kaki tersebut lebih menyerupai jejak anjing atau satwa dari golongan kucing liar berukuran lebih kecil.
“Berdasarkan analisa sementara, jejak kaki yang ditemukan tidak mengarah pada jejak harimau sumatra. Karakteristiknya lebih sesuai dengan jejak anjing. Jika pun berasal dari satwa golongan kucing liar, maka lebih mengarah ke macan dahan atau kucing emas, bukan harimau sumatra,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
1. Kesimpulan sementara itu merujuk ke ukuran tapak kaki hingga pola jejak

Irham menjelaskan, kesimpulan tersebut didasarkan pada perbandingan ukuran tapak, bentuk bantalan kaki, serta pola jejak yang tertinggal di lokasi. Selain itu, hingga kini pihak BKSDA juga belum pernah menerima laporan temuan jejak harimau sumatra di wilayah setempat.
“Belum pernah ada. Jika dicurigai satwa tersebut berasal dari TNWK (Taman Nasional Way Kambas), tidak ada koridor satwa yang menghubungkan lokasi temuan jejak,” jelasnya.
2. Perkuat pengamatan lanjutan, BKSDA meminta warga tidak panik

Lebih lanjut Irham menegaskan, analisa tersebut masih bersifat sementara dan akan diperkuat melalui pengamatan lanjutan, serta pengumpulan data-data pendukung lainnya di lapangan.
Selain itu, BKSDA Bengkulu-Lampung terus mengimbau masyarakat setempat, agar tetap waspada, namun tidak panik dan tidak melakukan tindakan berlebihan, seperti membawa senjata api angin. "Hal ini justru berpotensi membahayakan,” kata dia.
3. BKSDA juga mengimbau warga segera lapor jika menemukan indikasi hewan liar
Berdasarkan karakteristik perilaku satwa, Irham menambahkan, macan dahan sumatra (Neofelis diardi diardi) bukanlah satwa yang memiliki sifat menyerang atau membahayakan manusia.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan secara wajar, serta tidak mengganggu satwa atau melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan,” tambah Irham.
Selain itu, BKSDA setempat mengimbau warga untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi keberadaan satwa liar di lingkungan sekitar. “Jika ada temuan satwa liar, segera laporkan melalui Call Center kami di nomor 0811-7997-070 agar dapat ditangani sesuai prosedur konservasi dan keselamatan bersama,” imbuhnya.
















