Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BMKG Temukan 40 Hotspot di Lampung Sepanjang 2025, Dampak Serius Nihil

Ilustrasi asap sampah yang menimbulkan bau menyengat
Ilustrasi asap sampah yang menimbulkan kebakaran (dok. http://pixabay.com/pilgrimpassing)
Intinya sih...
  • Tidak ada dampak serius dari 40 hotspot di Lampung sepanjang 2025
  • Belum ditemukan hotspot di awal 2026 karena curah hujan masih tinggi
  • Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem dan tidak perlu khawatirkan hotspot
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten mencatat temuan 40 hotspot, atau titik panas periode Januari hingga Desember 2025.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto mengatakan, jumlah hotspot tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota dengan wilayah terbanyak berada di Lampung Timur, Way Kanan, serta Mesuji dan Tulang Bawang.

“Sepanjang Januari sampai Desember 2025, total hotspot yang terpantau sebanyak 40 titik. Wilayah dengan jumlah terbanyak ada di Lampung Timur sebanyak 11 kejadian, kemudian Way Kanan 10 kejadian, serta Mesuji dan Tulang Bawang masing-masing lima kejadian,” ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).

1. Tak temukan dampak serius

Bila dibandingkan periode sama selama 2024, Rudi menjelaskan hasil pendataan jumlah hotspot di Provinsi Lampung tergolong relatif masih sama dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Selain itu, BMKG di Lampung belum menerima laporan dampak serius akibat kemunculan titik panas tersebut, baik berupa kabut asap maupun gangguan kesehatan masyarakat selama setahun terakhir.

“Untuk dampak terparah sejauh ini belum ada. Sampai sekarang tidak ada laporan terkait dampak asap atau dampak kesehatan dari masyarakat maupun instansi terkait di Lampung,” jelas Rudi.

2. Belum temukan hotspot di awal 2026

Hujan
Ilustrasi hujan di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Terkait pemantauan hotspot di awal 2026, Rudi melanjutkan, BMKG memprediksi kondisi masih relatif aman, sebab cuaca hingga saat ini banyak dipengaruhi intensitas hujan masih cukup tinggi di sebagian besar wilayah Lampung.

“Untuk awal tahun ini, hotspot masih belum terpantau karena kondisi curah hujan masih cukup banyak,” ucapnya.

3. Tidak perlu khawatirkan hotspot, antisipasi cuaca ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)

Rudi tetap mengimbau masyarakat Lampung agar tidak khawatir berlebihan, tapi tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. Ia pun meminta masyarakat terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat maupun angin kencang.

“Saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan dampak dari hotspot karena hujan masih dominan. Tapi perlu diingatkan, puncak musim penghujan di Lampung masih akan terjadi hingga Februari 2026, selalu waspada," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Wisata Lampung 2025 Tembus 24,7 Juta Kunjungan, Masuk 10 Besar Nasional

10 Jan 2026, 21:40 WIBNews