Ada Jejak Kaki Diduga Harimau Sumatra di Kebun Warga di Lamtim

- Seorang warga melaporkan adanya kemunculan satwa liar tersebut
- Saksi warga mengaku melihat langsung satwa diduga harimau
- Analisis sementara bekas jejak satwa golongan kucing liar
Lampung Timur, IDN Times - Warga Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) digegerkan dengan rekaman video penemuan jejak kaki diduga milik harimau sumatra di sebuah area perkembangan. Berdasarkan video diterima IDN Times, sejumlah warga tampak mendatangi lokasi penemuan jejak kaki tersebut.
Mereka didampingi aparat kepolisian berseragam turut mengecek di lapangan. Pada permukaan tanah gembur di sela-sela dedaunan kering, terlihat jelas bekas tapak menyerupai kaki hewan berukuran besar. Jejak tersebut menunjukkan adanya aktivitas satwa liar yang diduga melintasi lahan terbuka di area perkebunan. Bentuk dan ukuran tapak tertinggal diduga sebagai jejak berasal dari harimau sumatra.
1. Seorang warga melaporkan adanya kemunculan satwa liar tersebut

Terkait rekaman video beredar, Kepala Desa Sribhawono, Buih Wisnu Prabowo membenarkan adanya laporan dari salah seorang warga setempat mengenai kemunculan satwa liar di wilayah perkebunan.
“Benar, kami menerima laporan dari salah satu warga bernama Pujiono,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
2. Saksi warga mengaku melihat langsung satwa diduga harimau
Berdasarkan laporan warga tersebut, Wisnu mengungkapkan, peristiwa kemunculan terjadi saat Pujiono hendak menuju ladangnya, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Waktu itu, warga tersebut mengaku berhadapan langsung dengan satwa liar yang diduga harimau.
“Warga kami ketakutan dan langsung naik ke pohon karena melihat dua ekor satwa, satu dewasa dan satu anaknya,” kata dia.
Menurutnya, jarak antara warga dengan satwa tersebut diperkirakan sekitar 30 meter. Akibat khawatir diserang, Pujiono memilih bertahan di atas pohon selama beberapa jam hingga kondisi dinilai aman. “Setelah merasa aman, yang bersangkutan baru turun dan melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa,” jelasnya.
3. Analisis sementara bekas jejak satwa golongan kucing liar

Terkait rekaman video dan kesaksian warga beredar, PEH Ahli Pertama Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Lampung, Irhamuddin mengamini telah menerima informasi tersebut. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pun telah melakukan penelusuran dan analisis di lokasi kejadian.
Hasilnya, analisis sementara kuat kemungkinan jejak kaki tersebut berasal dari satwa golongan kucing liar. "Analisa kesimpulan ini masih bersifat sementara dan akan diperkuat melalui pengamatan lanjutan, serta pengumpulan data pendukung lainnya di lapangan," imbuhnya.
















