Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

3 Hal Positif Perlu Diusahakan agar Tetap Ada setelah Menikah

Ilustrasi pasangan saling memandang (freepik.com/prostooleh)
Ilustrasi pasangan saling memandang (freepik.com/prostooleh)
Intinya sih...
  • Setelah menikah, perlu jeda dari kesibukan keluarga
  • Sediakan waktu untuk me time, hindari stres dan kejenuhan
  • Tetap kembangkan diri, jaga hubungan sosial, dan lakukan hal positif diluar keluarga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika seseorang sudah siap untuk menikah, maka tentu dia akan berusaha untuk menjadikan keluarga sebagai fokus utamanya. Banyak kegiatan lain yang dulu sering dilakukan, kini mulai ditinggalkan.

Sebisa mungkin harus menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan pasangan dan mungkin buah hati. Sebenarnya sikap semacam itu sangat patut untuk diapresiasi karena merupakan perwujudan dari komitmen penuh dalam berkeluarga.

Kendati demikian, manusia tetap bisa merasakan kejenuhan, sekali pun untuk urusan interaksi dengan orang-orang tersayang. Supaya pikiran tetap jernih dan energi terisi kembali, diperlukan hal-hal positif yang berfungsi sebagai jeda untuk sejenak berhenti dari kesibukan mengurus keluarga. Oleh karena itu, usahakan agar beberapa hal ini tetap ada setelah menikah.

1.Waktu untuk diri sendiri

ilustrasi seseorang yang sedang menyeduh teh (pexels.com/Anna Pou)
ilustrasi seseorang yang sedang menyeduh teh (pexels.com/Anna Pou)

Sejak menikah, seseorang akan berkutat dengan segala macam urusan terkait dengan keluarga. Hal ini biasanya menjadi terasa semakin intens dengan adanya kehadiran buah hati.

Waktu, tenaga, dan pikiran tentu akan terpusat untuk mengurus si kecil. Kalau sudah begini, sering kali kamu akan mengabaikan kebutuhan diri sendiri, sehingga lebih rentan mengalami beragam masalah dan stres.

Guna menghindari terjadinya situasi yang kurang menguntungkan seperti itu, maka usahakan agar tetap memiliki waktu luang untuk diri sendiri atau lebih sering disebut dengan me time. Atur jadwal dengan pasangan secara tepat agar masing-masing bisa mendapatkan kesempatan yang berharga tersebut. Kendati tampak sederhana, tetapi me time dapat memberikan kontribusi nyata untuk menjaga kesehatan mental tetap prima.

2.Kesempatan untuk mengembangkan diri

ilustrasi seorang pemain tenis (pexels.com/Ale The Alien)
ilustrasi seorang pemain tenis (pexels.com/Ale The Alien)

Sebagian orang merasa takut dan berusaha untuk menghindari pernikahan karena hal ini dianggap sebagai suatu jalan buntu. Ketika sudah resmi membangun rumah tangga, sering kali tidak ada lagi kesempatan untuk mengejar mimpi karena dituntut untuk fokus dengan beragam urusan terkait keluarga.

Akibatnya, mereka akan merasa terjebak dengan keadaan dan sering kali kurang bahagia. Nah, jangan sampai peristiwa yang sama terjadi padamu dan pasangan.

Sekali pun kalian sudah resmi menikah, tetapi usahakan agar tetap ada kesempatan bagi masing-masing pihak untuk mengembangkan diri. Tentu saja kebebasannya akan lebih terbatas, tetapi setidaknya kehadiran peluang tersebut dapat membuat semangat dalam diri selalu terjaga, sehingga bisa menjadi manusia yang semakin berkualitas.

3.Menjaga hubungan pertemanan

ilustrasi makan bersama (pexels.com/PNW Production)
ilustrasi makan bersama (pexels.com/PNW Production)

Menjalani kehidupan pernikahan memang biasanya dianggap menjadi hal yang pasti tidak akan membosankan. Bagaimana tidak, berhasil melalui keseharian bersama dengan orang yang dicintai merupakan sesuatu yang tentu menyenangkan.

Sayangnya, rasa lelah, jenuh, bahkan kesal pasti akan tetap ada, sekali pun kesiapan untuk menikah sudah begitu meyakinkan karena memang perjalanan membangun rumah tangga bukan tugas yang mudah. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga hubungan pertemanan, meski sudah menikah.

Pasalnya, kamu pasti terkadang perlu teman untuk mendengarkan sebagian keriuhan dalam pikiran atau sekadar bersenda gurau tentang nostalgia momen-momen lucu di masa lalu. Dengan begini, kamu tetap memiliki kehidupan sosial, sehingga bisa menjalani hidup dengan lebih seimbang.

Fokus pada urusan keluarga setelah menikah memang komitmen besar yang harus dijalani dengan sepenuh hati. Kendati demikian, bukan berarti kamu tidak boleh melakukan hal-hal lain diluar keperluan tersebut. Selagi aktivitas itu positif dan jelas bermanfaat, terutama untuk menyeimbangkan hidup, maka lakukan saja. Pastikan untuk selalu membuat kesepakatan dengan pasangan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us