Tips Hadapi Cuaca Panas di Lampung, Apa Harus Dilakukan?

- Cuaca panas terik di Lampung berlangsung hingga awal September 2024.
- Masyarakat disarankan memakai pakaian ringan, hindari paparan sinar matahari langsung, dan jaga kondisi kesehatan dengan makanan bergizi serta istirahat cukup.
- Kondisi cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, heat stroke, kelelahan, dan penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan diserang penyakit.
Lampung Selatan, IDN Times - Cuaca panas terik bulan ini dirasakan masyarakat Provinsi Lampung seiring perubahan musim kemarau ke musim penghujan. Ada sejumlah hal yang perlu diketahui dan dilakukan untuk menghadapi cuaca panas.
Kordinator Bidang Data Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Radin Inten II Lampung, Rudi Hartono mengatakan, cuaca panas terik diperkirakan bakal berlangsung hingga awal September 2024.
"Tips untuk menghadapi cuaca panas, masyarakat dapat memakai pakaian yang ringan dan menyerap keringat," ujarnya dikonfirmasi, Senin (28/10/2024).
1. Jaga hidrasi tubuh membatasi aktivitas di luar ruangan

Lebih lanjut Rudi mengatakan, masyarakat dapat menghindari paparan sinar Matahari langsung pada jam-jam puncak siang hari, hingga membatasi aktivitas di luar ruangan agar tubuh tetap terjaga hidrasi.
"Tips lainnya haga kondisi kesehatan dengan makanan bergizi dan istirahat cukup, agar daya tahan tubuh tetap optimal selama pancaroba (masa peralihan cuaca)," ucapnya.
2. Perbanyak minum air putih

Rudi menambahkan, kondisi cuaca panas terjadi di Provinsi Lampung turut berpotensi menghadirkan dampak pada kesehatan. Misalnya, risiko dehidrasi dan heat stroke meningkat, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Lebih dari itu, cuaca panas juga dapat memicu kelelahan dan penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan diserang penyakit.
"Untuk menjaga kesehatan, sangat dianjurkan untuk memperbanyak minum air, mengurangi aktivitas berat di luar, dan menjaga kesehatan tubuh selama periode suhu tinggi," katanya.
3. Imbau masyarakat tetap waspada bencana hidrometeorologi

Seiring masa pancaroba ini, Rudi turut mengingatkan masyarakat terhadap potensi kehadiran bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor, hingga gelombang tinggi.
Pasalnya, meski cuaca siang hari terasa panas, tidak menutup kemungkinan sore hingga malam hari bisa terjadi cuaca hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
"Dengan kondisi cuaca yang ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca yang cepat," imbuhnya.