Comscore Tracker

Harga Tomat Besar Meroket, Nyaris Dua Kali Lipat dari Harga Normal

Harga rempai malah anjlok

Bandar Lampung, IDN Times - Harga tomat besar di Lampung pekan ini meroket. Nyaris dua kali lipat dari harga normal. Hal ini disampaikan beberapa penjual tomat merah di pasar tradisional Bandar Lampung dan Natar Lampung Selatan.

Salah satu pedagang di Pasar Pasir Gintung bernama Mila mengatakan, harga tomat besar saat ini sedang berada diangka Rp10.000-Rp12.000 per kilogram. Ia mengatakan kenaikan harga tersebut telah berlangsung kurang lebih satu minggu lamanya.

“Minggu lalu itu 5.000 terus naik 7.000, waktu itu pernah juga 8.000. Ini sekarang 10.000. Memang naik turun sih kalau tomat,” kata Mila, Rabu (9/11/2022).

Lain halnya di Bandar Lampung, Somi pedagang sayur di Natar mengatakan harga tomat besar Rp15.000 per kilogram. Namun beberapa pedagang juga ada yang menjual harga tomat besar dengan harga Rp12.000 per kilogram.

1. Barang selalu ada

Harga Tomat Besar Meroket, Nyaris Dua Kali Lipat dari Harga NormalTomat besar dagangan Mila. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Meski demikian, Mila mengatakan pasokan tomat besar di Bandar Lampung selalu tersedia. Itu karena ia membeli tomat dagangannya dari distributor sayur di Bandar Lampung.

“Kalau distributornya itu saya tahu ambilnya di Liwa (Lampung Barat), Gisting (Tanggamus), atau Bandung. Itu sih tiga itu. Kayaknya kalau habis barang itu nyaris gak pernah sih,” ujarnya.

Mila juga menyampaikan, Pasar Pasir Gintung sebagai pasar induk atau pasar beroperasi 24 jam kemungkinan menjadi salah satu alasan selalu terpenuhinya stok bahan pangan pokok.

Baca Juga: Rekomendasi Hotel Murah di Lampung, Gak Bikin Kantong Bolong!

2. Bukan faktor cuaca

Harga Tomat Besar Meroket, Nyaris Dua Kali Lipat dari Harga NormalTomat dagangan Somi. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Mila mengatakan, kenaikan harga tomat ini biasanya terjadi karena adanya kendala di perjalanan. Baik musim hujan atau kering, harga tomat biasanya tetap akan sama.

“Kalau cuaca paling pengaruh sedikit ya. Biasanya mahal itu malah kalau ketunda diperjalanannya. Datangnya terlambat, itu biasanya naik, beda kalau pas banjir tomat,” ujarnya.

Ia menjelaskan musim 'banjir' tomat adalah saat dimana tomat dari berbagai daerah datang secara bersamaan. Baik dari Bandung, Gisting, maupun Liwa. Sehingga pasokan membludak dan harga tomat turun drastis.

3. Meski naik, harga tomat terhitung masih terjangkau masyarakat

Harga Tomat Besar Meroket, Nyaris Dua Kali Lipat dari Harga NormalPasar Pasir Gintung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Somi menuturkan, dirinya biasa memesan tomat dari distributor yang membeli barang dari Lampung Barat dan Pringsewu. Karena dirinya sudah menjadi pedagang kesekian (eceran) kemungkinan itulah penyebab harga naik.

“Kalau saya beli langsung dari sana (Lampung Barat atau Pringsewu) gak bisa sedikit. Kalau saya buat ngecer kan paling berapa kilo kalau langsung dari sama malah mahal jatohnya,” katanya.

Sehingga mau tak mau ia harus membeli dari distributor dengan harga yang ada. Meski demikian Ia mengataman harga ini belum mencapai maksimal dan masih terjangkau masyarakat.

“Ya senaik-naiknya tomat segini masih bisa kejangkau ya Alhamdulillah jadi istilahnya gak proteslah gitu,” katanya.

4. Harga rempai malah turun

Harga Tomat Besar Meroket, Nyaris Dua Kali Lipat dari Harga NormalRempai. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Kebalikan dengan tomat besar, harga rempai atau tomat kecil malah turun tajam. Somi mengatakan seminggu lalu harga rempai masih Rp24.000-Rp28.000 turun kini di angka Rp14.000.

“Kalau rempai ini malah anjlok jadi 14.000. Saya juga kurang tau nih kenapa. Biasnya karena banyak barang ya.” katanya.

Baca Juga: Rekomendasi Sewa Mobil di Bandar Lampung, Harga Terjangkau

Topic:

  • Rohmah Mustaurida
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya