Angin Kencang Terjadi di Wilayah Lampung, Ini Penjelasan BMKG

- Kecepatan angin capai 55 km per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan Lampung.
- Waspada pohon tumbang dan gelombang tinggi, imbauan untuk pengguna jalan dan transportasi laut.
- Masyarakat diminta pantau informasi resmi BMKG melalui media sosial atau situs resmi.
Lampung Selatan, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang bisa terjadi di sejumlah wilayah Lampung dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto mengatakan, kondisi angin kencang ini dipicu menguatnya Monsun Asia atau angin baratan yang membawa massa udara basah dari Benua Asia menuju Australia.
"Penyebab utama dikarenakan Monsun Asia. Selain itu, terdapat pengaruh tidak langsung dari aktifnya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar wilayah Sumatra bagian selatan," ujar Rudi saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
1. Kecepatan angin capai 55 km per jam

Rudi menjelaskan, kombinasi dua fenomena alam tersebut secara langsung meningkatkan gradien tekanan udara, sehingga kecepatan angin di wilayah Lampung menjadi lebih kencang dari kondisi normal dari biasanya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18 hingga 55 kilometer per jam. Angin kencang ini terutama dirasakan di wilayah pesisir dan perairan, seperti Perairan Barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, serta Selat Sunda bagian selatan.
"Untuk di wilayah daratan, embusan angin dapat terasa lebih kencang saat terjadi hujan lebat akibat pengaruh downdraft atau embusan angin turun dari awan hujan," terangnya.
2. Waspada pohon tumbang hingga gelombang tinggi

Masih merujuk pengamatan BMKG, Rudi menambahkan, BMKG di Provinsi Lampung juga mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 30,2 kilometer per jam. Kondisi ini terpantau melalui alat Automatic Weather Station (AWS) Sidomulyo.
Seiring kondisi ini, BMKG meluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat mulai dari warga diminta mewaspadai potensi pohon tumbang, atap rumah ringan, serta baliho rawan roboh.
"Bagi para pengguna jalan diimbau lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika hujan lebat disertai angin. Sementara bagi nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memperhatikan peringatan dini cuaca maritim karena angin kencang dapat meningkatkan tinggi gelombang," terangnya.
3. Diminta pantau informasi resmi BMKG

Rudi turut menegaskan, masyarakat Provinsi Lampung diharapkan selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi yang dikeluarkan BMKG baik melalui media sosial, situs resmi, maupun kanal informasi lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak panik, serta mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG agar dapat mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

















