Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lebaran 2026, 1,5 Juta Penumpang Diprediksi Menyeberang via Bakauheni

Lebaran 2026, 1,5 Juta Penumpang Diprediksi Menyeberang via Bakauheni
Kapal penyebaran beroperasi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan selama arus mudik Lebaran 2025. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • ASDP Bakauheni memproyeksikan 1,5 juta penumpang dan lebih dari 350 ribu kendaraan akan menyeberang ke Merak selama masa angkutan Lebaran 2026.
  • Sebanyak 57 kapal disiapkan dengan total 2.949 trip untuk mengakomodasi lonjakan arus mudik dan balik di lintasan vital Bakauheni–Merak.
  • ASDP menyiagakan 786 personel serta mendirikan Posko Angkutan Lebaran 13–31 Maret 2026 guna memastikan layanan berjalan aman dan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - ASDP Cabang Bakauheni memproyeksikan akan terjadi lonjakan pergerakan masyarakat saat masa angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Sebanyak 1.512.463 penumpang pejalan kaki dan 353.901 kendaraan diperkirakan akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan, arus mudik lebaran selalu menjadi momentum besar bagi mobilitas masyarakat lintas pulau. Termasuk di lintasan penyeberangan tersibuk nasional Bakauheni-Merak yang diproyeksi bakal mengalami lonjakan pergerakan.

"Ya, berdasarkan proyeksi operasional, sebanyak 1.512.463 penumpang pejalan kaki dan 353.901 kendaraan diperkirakan akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni-Merak," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

1. Proyeksi akan dilayani 2.949 trip kapal

Aktivitas arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (28/3/2025). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Aktivitas arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (28/3/2025). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Partogi melanjutkan, lintasan penyeberangan menghubungkan Pulau Sumatra dan Jawa tersebut merupakan jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, sekaligus dalam urusan pendistribusian logistik nasional.

Oleh karena itu, kelancaran operasional penyeberangan tidak hanya bergantung pada kesiapan operator, tetapi juga pada sinergi kuat antara regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan.

"Pada angkutan Lebaran 2026, ada 57 unit kapal siap beroperasi melayani penyeberangan di lintasan utama Bakauheni-Merak. Dengan armada tersebut, selama periode layanan diproyeksikan akan berlangsung 2.949 trip kapal, untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik," ucapnya.

2. Penumpang diperkirakan naik 11,2 persen

Suasana arus balik di deremaga eksekutif pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Muhaimin)
Suasana arus balik di deremaga eksekutif pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Muhaimin)

Merujuk catatan angkutan Lebaran 2025, Partogi menyebutkan, pergerakan masyarakat dari Sumatra menuju Jawa pada lebaran tahun ini untuk penumpang diperkirakan naik 11,2 persen, kendaraan meningkat 10,5 persen, sementara jumlah trip kapal bertambah sekitar 7 persen.

Menurutnya, pengaturan lalu lintas penyeberangan selama periode lebaran sepenuhnya berada di bawah kewenangan regulator. ASDP berkomitmen mendukung setiap kebijakan yang diterapkan, demi menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang.

“Pengaturan jadwal operasi kapal, kapasitas layanan, hingga manajemen lalu lintas penyeberangan merupakan kewenangan regulator yakni KSOP ataupun BPTD. ASDP sebagai operator mendukung penuh kebijakan tersebut melalui koordinasi intensif, agar layanan selama angkutan Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," imbuhnya.

3. Siagakan ratusan personel hingga Posko Angkutan Lebaran

Kendaraan yang mengantri untuk masuk kapal di pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Kendaraan yang mengantri untuk masuk kapal di pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Selaras dengan komitmen tersebut, Partogi menambahkan, ASDP menyiapkan 786 personel operasional hingga memperkuat berbagai fasilitas layanan seperti buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, dan optimalisasi waktu sandar kapal (port time) guna memastikan operasional berjalan lancar.

Termasuk mendirikan Posko Angkutan Lebaran 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung 13-31 Maret 2026, sehingga kegiatan pelayanan di Pelabuhan Bakauheni bisa berjalan secara optimal.

"Kami melihat dinamika arus yang cukup tinggi karena beririsan dengan dua momentum besar, yakni Hari Raya Nyepi pada 18-19 Maret 2026, serta Hari Raya Idul Fitri pada 21-22 Maret 2026," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More