Musim Dingin Melanda Moskow, Dosen UBL Rasakan Makna Baru Ramadan

- Aprinisa, dosen UBL yang menempuh studi doktoral di Moskow, menjalani Ramadan pertamanya di tengah musim dingin dengan suhu di bawah nol derajat dan suasana kota yang tenang.
- Durasi puasa di Moskow sekitar 13–14 jam, dengan pengalaman berpuasa yang lebih individual dan reflektif tanpa keramaian khas Ramadan seperti di Indonesia.
- Komunitas Muslim internasional di Moskow tetap menjaga semangat Ramadan melalui salat tarawih berjamaah dan kegiatan buka puasa bersama yang mempererat kebersamaan lintas budaya.
Bandar Lampung, IDN Times - Ramadan 2026 menjadi pengalaman berbeda bagi Aprinisa, dosen Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL). Pasalnya, dosen ini sedang menempuh studi Doktoral di Rusia.
Untuk pertama kalinya, ia menjalani ibadah puasa jauh dari Tanah Air, tepatnya di Moskow, saat musim dingin masih menyelimuti kota tersebut. Perempuan akrab disapa Riri ini menempuh pendidikan S3 di Peoples' Friendship University of Russia (RUDN University) dengan konsentrasi Hukum Bisnis
1. Suasana ramadan Moscow kontras dengan Indonesia

Riri mengatakan, suasana Ramadan di Moskow sangat kontras dibandingkan dengan di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim. Ia mencontohkan, di Indonesia, ramadan selalu terasa hidup.
"Menjelang magrib jalanan ramai oleh penjual takjil, aroma makanan khas ramadan, serta suasana kebersamaan yang kuat. Di sini suasananya jauh lebih sunyi karena masyarakat menjalani aktivitas seperti biasa,” ujarnya, Selasa (10/03/2026).
Ia menceritakan, pada awal Ramadan 2026 suhu udara di Moskow masih berada di bawah nol derajat dengan salju yang sesekali turun menutupi jalanan dan bangunan kota. Kondisi tersebut memberikan pengalaman tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa.
“Berpuasa di suhu dingin sangat berbeda. Tidak ada rasa haus yang menyengat seperti di daerah tropis, tetapi dinginnya udara justru menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh,” katanya.
2. Berapa jam puasa di Moskow?

Hal menarik lainnya menurut Riri adalah, durasi puasa di Moskow pada awal ramadan berkisar antara 13 hingga 14 jam, dimulai sekitar pukul 04.30 pagi dan berakhir menjelang pukul 18.45 waktu setempat. Secara durasi tidak jauh berbeda dengan Indonesia, namun suasana yang berbeda membuat pengalaman menjalani puasa terasa unik.
Menurutnya, hal yang paling dirasakan bukan sekadar perbedaan cuaca, tetapi suasana ramadan yang lebih individual. Tanpa keramaian khas bulan suci seperti di Indonesia, ia menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan reflektif.
“Untuk berbuka puasa, saya biasanya menyiapkan makanan sederhana seperti kurma, air hangat, sup, atau nasi dengan lauk yang dibeli dari supermarket terdekat. Di tengah udara Moskow yang dingin, makanan hangat terasa sangat berarti setelah seharian berpuasa,” ujarnya.
3. Ada kegiatan buka puasa bersama

Riri menjelaskan, meskipun berada jauh dari Tanah Air, suasana ramadan tetap terasa melalui kebersamaan komunitas Muslim di kota tersebut. “Umat Muslim di Moskow tetap menjalankan tradisi ramadan, salah satunya dengan melaksanakan salat tarawih berjamaah di sejumlah masjid besar, termasuk Moscow Cathedral Mosque yang menjadi salah satu pusat kegiatan umat Muslim di sini,” tuturnya.
Selain itu, komunitas Muslim yang berasal dari berbagai negara seperti Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara juga kerap mengadakan kegiatan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan di tengah kehidupan kota metropolitan yang multikultural.
4. Memberikan pengalaman spiritual yang berbeda

Riri menilai, menjalani ramadan di luar negeri memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. Tanpa suasana meriah seperti di tanah air, ibadah puasa justru terasa lebih personal dan reflektif.
“Ramadan di sini mengajarkan banyak hal tentang kemandirian, ketahanan diri, dan bagaimana menjaga iman di tempat yang jauh dari rumah,” katanya.
Menurutnya, pengalaman menjalani ramadan di Rusia menjadi pengingat makna bulan suci tidak selalu hadir melalui keramaian atau tradisi yang meriah, tetapi juga dapat ditemukan dalam kesederhanaan dan keheningan.


















