Ada Korban Jiwa, Gubernur Sayangkan Banjir Landa Bandar Lampung

- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyayangkan banjir di Bandar Lampung yang menelan korban jiwa akibat hujan lebat mendadak dan tanggul jebol di Lampung Selatan.
- Pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan Pemkot Bandar Lampung, Pemkab Lampung Selatan, dan BBWS untuk menangani dampak banjir serta memperkuat langkah mitigasi ke depan.
- Mirza menilai kondisi banjir tahun ini lebih terkendali dibanding sebelumnya, namun pemerintah tetap melakukan evaluasi agar penanganan bencana semakin maksimal di wilayah terdampak.
Bandar Lampung, IDN Times - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyayangkan peristiwa banjir merenggut korban jiwa kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung beberapa hari terakhir.
Mirza, sapaan akrabnya, mengatakan peristiwa bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas sangat lebat yang terjadi secara mendadak, serta adanya tanggul jebol di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
“Pertama kami menyayangkan peristiwa banjir kemarin. Memang terjadi hujan sangat lebat secara mendadak, dan ada tanggul yang jebol di Lampung Selatan,” ujarnya dimintai keterangan, Senin (9/3/2026).
1. Pemerintah daerah disebut langsung berkoordinasi

Mirza mengatakan, pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi untuk menangani dampak banjir, sekaligus melakukan langkah mitigasi agar kejadian-kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, koordinasi tersebut melibatkan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS).
“Pemerintah kota, pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dan BBWS terus bekerja maksimal serta bersinergi untuk memitigasi agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan,” katanya.
2. Apresiasi upaya kepala daerah tangani banjir

Mirza juga meminta masyarakat tetap menghargai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir selama setahun terakhir. Ia menilai, berbagai langkah penanganan banjir dilakukan kepala daerah sudah mulai menunjukkan hasil, meskipun belum sepenuhnya selesai.
“Kita harus menghargai kerja bupati dan wali kota selama satu tahun ini. Meskipun belum selesai, tetapi sudah banyak perubahan yang dilakukan,” ucap dua.
3. Sebut kondisi banjir tahun ini lebih terkendali

Menurut Mirza, kondisi banjir di sejumlah wilayah tahun ini dinilai lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, kawasan pesisir seperti Kecamatan Panjang, Bandar Lampung yang sebelumnya sempat terendam banjir selama beberapa hari.
Meski demikian, pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai langkah mitigasi dan evaluasi agar penanganan banjir di wilayah Lampung, khususnya Bandar Lampung dan daerah sekitarnya, bisa semakin maksimal.
“Tahun lalu kita ingat di Panjang bisa terendam sampai tiga hari, di Kalianda juga terendam di berbagai tempat. Alhamdulillah tahun ini tidak separah itu,” imbuh gubernur.


















