Apa Saja Titik Prioritas Pengamanan Idul Fitri 2026 di Lampung?
- Polda Lampung menetapkan ribuan titik prioritas pengamanan Idul Fitri 2026, termasuk pelabuhan, bandara, terminal, objek wisata, dan masjid dengan dukungan 93 pos pengamanan di jalur mudik.
- Kapolda Lampung menyebut operasi pengamanan Lebaran sebagai operasi kemanusiaan nasional yang menekankan sinergi lintas sektoral untuk menjaga keamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat.
- Rakor membahas mitigasi bencana dan kecelakaan laut di Selat Sunda serta penerapan rekayasa lalu lintas dan buffer zone guna mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni.
Bandar Lampung, IDN Times - Empat pelabuhan, tiga bandara, 15 stasiun, 16 terminal, 209 objek wisata, 3.832 masjid, serta 2.276 lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri menjadi titik prioritas pengamanan selama periode operasi Lebaran 2026 Polda Lampung.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polda Lampung akan mendirikan sebanyak 93 pos pengamanan. Itu terdiri dari 57 Pos Pengamanan, 19 Pos Pelayanan, 1 Pos Terpadu, serta 16 Posko Bencana yang tersebar di berbagai titik strategis jalur mudik.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf saat Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung, Senin (9/3/2026).
1. Ini prediksi puncak arus mudik dan balik di Lampung

Helfi mengatakan, berdasarkan analisis dan pemetaan yang dilakukan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13-17 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung 24-28 Maret 2026.
Sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa, Pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu fokus utama pengamanan. Berdasarkan data kesiapan dari KSOP dan ASDP, pelabuhan tersebut memiliki kapasitas parkir hingga 6.919 kendaraan kecil dengan daya angkut mencapai 31.986 kendaraan per hari yang didukung oleh puluhan armada kapal penyeberangan.
Selain itu, disiapkan pula sejumlah pelabuhan alternatif seperti PT Bandar Bakau Jaya (BBJ), PT Wika Beton, serta PT Sumur Makmur Abadi (SMA) sebagai langkah kontinjensi untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat arus mudik maupun balik.
2. Operasi kemanusiaan berskala nasional

Menurut kapolda, pengamanan Idul Fitri 2026 merupakan operasi kemanusiaan berskala nasional yang menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari sisi pengamanan kamtibmas, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Pengamanan idul fitri bukan hanya tugas Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Kapolda Lampung dalam arahannya.
Untuj itu melalui rakor lintas sektoral, dipaparkan berbagai langkah strategis pengamanan yang difokuskan pada pengendalian arus mudik dan balik, pengamanan pusat keramaian masyarakat, serta pengawasan terhadap objek vital nasional di wilayah Provinsi Lampung.
3. Ada mitigasi potensi bencana dan kecelakaan laut

Rakor juga membahas langkah mitigasi terhadap potensi bencana dan kecelakaan laut di wilayah Selat Sunda. Termasuk kesiapan personel SAR, kapal patroli, ambulans, hingga dukungan helikopter untuk operasi evakuasi darurat.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, akan diterapkan skema rekayasa lalu lintas serta pemanfaatan buffer zone atau kantong parkir di sejumlah titik strategis di jalur tol maupun jalur arteri menuju Pelabuhan Bakauheni.
Melalui rakor lintas sektoral ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kesiapan operasional guna memastikan penyelenggaraan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah Provinsi Lampung berjalan aman, lancar, dan kondusif


















