Banjir Bandar Lampung, Pemkot Bakal Temui BBWS dan Kada Lain

- Pemkot Bandar Lampung berencana bertemu balai pengelola sungai dan kepala daerah sekitar untuk mencari solusi banjir lintas wilayah yang sering terjadi saat musim hujan.
- Empat kecamatan terdampak paling parah yaitu Sukarame, Tanjung Seneng, Rajabasa, dan Sukabumi, dengan total lebih dari seribu warga telah menerima bantuan dari pemerintah kota.
- Pemerintah terus memperbaiki drainase di titik rawan banjir serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai agar penanganan banjir lebih efektif dan berkelanjutan.
Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana bertemu dengan pihak balai besar wilayah sungai (BBWS) dan sejumlah kepala daerah di sekitar wilayah kota untuk membahas penanganan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah kota, karena sebagian aliran sungai melintasi wilayah kabupaten lain.
“Besok kita akan dikumpulkan Pak Gubernur untuk membahas ini. Karena bukan hanya Bandar Lampung saja yang terdampak, tapi juga daerah lain,” kata Eva saat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Sukarame, Minggu (8/3/2026).
1. Bahas penanganan sungai bersama balai

Menurut Eva, salah satu fokus pembahasan adalah keterlibatan balai dalam penanganan sungai-sungai yang melintasi wilayah perbatasan. Ia berharap pihak balai dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang ada.
Ia menilai kerja sama lintas wilayah penting dilakukan, karena aliran sungai yang memicu banjir tidak hanya berada di wilayah Kota Bandar Lampung.
“Kalau balai turun langsung ke lapangan dan kita bekerja sama, Insyaallah penanganannya bisa lebih maksimal,” ujarnya.
2. Empat kecamatan terdampak banjir paling parah

Eva menyebut ada empat kecamatan yang terdampak banjir paling parah yakni Sukarame, Tanjung Seneng, Rajabasa, dan Sukabumi.
Hingga saat ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.202 warga yang rumahnya terdampak banjir di wilayah tersebut.
"Di Kecamatan Sukarame, sebanyak 438 warga menerima bantuan berupa uang tunai Rp1 juta dan beras 10 kilogram," jelasnya.
Sebelumnya Pemkot Bandar Lampung telah membagikan bantuan untuk warga terdampak banjir dengan rincian, Tanjung Senang 520KK, Sukabumi 171KK dan Way Halim 70 KK.
3. Pemkot terus perbaiki drainase

Selain berkoordinasi dengan balai dan pemerintah daerah lain, Pemkot Bandar Lampung juga terus melakukan perbaikan drainase di sejumlah titik rawan banjir.
Eva mengatakan perbaikan saluran air dan penataan lingkungan terus dilakukan, namun penanganan banjir membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
“Masalah drainase kita tidak pernah berhenti memperbaiki. Tapi ini juga butuh kerja sama semua pihak agar banjir bisa diminimalisir,” tuturnya.
Ia berharap melalui koordinasi bersama pemerintah daerah sekitar dan pihak balai, penanganan banjir di Bandar Lampung bisa dilakukan lebih terintegrasi sehingga dampaknya dapat ditekan pada musim hujan berikutnya.


















