Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Warga Kampung Baru Tiga Resah Masalah Sampah, Pertamina Gelar Ini

WhatsApp Image 2025-08-14 at 3.11.09 PM.jpeg
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menyelenggarakan program sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan di Kampung Baru Tiga. (Dok. PPN Sumbagsel).
Intinya sih...
  • Pentingnya transformasi mindset masyarakat
  • Perlu kesadaran kolektif agar tidak membuang sampah ke sungai atau laut
  • Sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan dan komitmen jangka panjang perusahaan penanganan isu lingkungan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Masyarakat Kampung Baru Tiga Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung resah terhadap permasalahan sampah di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Sumatera (ITERA), timbulan sampah rumah tangga di Kecamatan Panjang, khususnya Kampung Baru Tiga, mencapai lebih dari 23 ton setiap bulannya.

Volume yang signifikan ini tidak hanya mengancam kesehatan lingkungan, tetapi juga telah terbukti menjadi salah satu faktor penyebab bencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada Mei 2025.

1. Pentingnya transformasi mindset masyarakat

WhatsApp Image 2025-08-14 at 3.11.08 PM (1).jpeg
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menyelenggarakan program sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan di Kampung Baru Tiga. (Dok. PPN Sumbagsel).

Terkait hal tersebut, Kepala Sub Bagian Umum DLH Kota Bandar Lampung, Nasrobi Sagara, menekankan pentingnya transformasi mindset masyarakat. Penanganan sampah yang efektif bukan sekadar menyediakan infrastruktur seperti tempat sampah atau fasilitas daur ulang, melainkan memerlukan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.

"Langkah paling tepat adalah menumbuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai atau laut. Dari kesadaran individual inilah kita dapat membangun gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," jelasnya, Kamis (14/8/2025).

Nasrobi menambahkan, peran partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam kesuksesan program pengelolaan sampah berkelanjutan. Kesadaran masyarakat merupakan pondasi yang menentukan efektivitas penanganan sampah.

Hal ini terbukti melalui inovasi-inovasi bernilai ekonomis yang dikembangkan kelompok masyarakat Kampung Baru Tiga, seperti pengolahan sampah anorganik menjadi ecobrick dan pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas lokal melalui pendampingan dan dukungan program TJSL Pertamina.

2. Sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan

WhatsApp Image 2025-08-14 at 3.11.09 PM (2).jpeg
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menyelenggarakan program sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan di Kampung Baru Tiga. (Dok. PPN Sumbagsel).

Gayung bersambut, guna mengatasi permasalahan lingkungan terutama pada volume sampah yang tinggi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menyelenggarakan program sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan di Kampung Baru Tiga. Lokasi yang termasuk dalam Ring 1 Pertamina IT Panjang ini menjadi fokus pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung ini melibatkan berbagai elemen masyarakat yang berjumlah 23 orang, termasuk kelompok Ecobrick, kelompok Ruggot (Budidaya Maggot), dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang merupakan binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Pendekatan ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Ketua Kelompok FPRB, Nur Rachmad, sekaligus salah satu peserta sosialisasi, menyampaikan apresiasi dan harapan ke depan. Menurutnya, program sosialisasi yang digelar membuka wawasan masyarakat Panjang Utara tentang pentingnya tidak membuang sampah ke sungai atau laut. Harapan kami, inisiatif ini dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan untuk generasi mendatang," tutur Nur Rachmad.

3. Komitmen jangka panjang perusahaan penanganan isu lingkungan

WhatsApp Image 2025-08-14 at 3.11.09 PM (1).jpeg
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menyelenggarakan program sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan di Kampung Baru Tiga. (Dok. PPN Sumbagsel).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam penanganan isu lingkungan. Pendekatan melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan, program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi kawasan lain dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di era modern.

"Penanganan sampah yang efektif dimulai dari kesadaran kolektif. Ketika setiap individu merasa bertanggung jawab atas jejak sampahnya, barulah kita dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Oleh karena itu penanganan sampah menjadi tanggung jawab antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program-program penanganan sampah sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan," tegas Rusminto.

Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya mendukung Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), Tujuan 13 (Aksi Terhadap Perubahan Iklim), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us