Perangi Kejahatan Jalanan, Polda Lampung Terapkan Patroli QR Code

- Polda Lampung menerapkan sistem patroli berbasis QR Code di seluruh Polres untuk memperkuat pemberantasan kejahatan jalanan dan memantau aktivitas personel secara real time.
- Sistem ini menggabungkan teknologi GPS geofencing dan fitur 'Lapor Pak' agar masyarakat bisa melapor langsung serta pimpinan dapat memonitor data patroli dengan cepat dan transparan.
- Kapolda Lampung menginstruksikan seluruh jajaran menerapkan inovasi ini sejak November 2025 guna meningkatkan kehadiran polisi, menekan angka kriminalitas, dan menjaga keamanan wilayah rawan.
Bandar Lampung, IDN Times - Polda Lampung menerapkan sistem patroli berbasis barcode atau QR Code di seluruh Polres jajaran. Itu sebagai upaya memperkuat pemberantasan kejahatan jalanan hingga aksi begal meresahkan di tengah-tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, Kapolda Lampung menilai inovasi tersebut efektif mendukung tugas personel di lapangan, khususnya pada titik-titik rawan kriminalitas.
“Kapolda Lampung menilai inovasi Patroli QR Janji Jaga ini sangat baik dan efektif dalam mendukung kegiatan patroli personel karena seluruh aktivitas patroli dapat termonitor secara real time dan berbasis data,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
1. Patroli difokuskan di titik rawan begal dan kriminalitas jalanan

Yuni menjelaskan, sistem patroli tersebut mengintegrasikan teknologi GPS geofencing dan pemindaian QR Code di sejumlah lokasi yang dipetakan rawan tindak kriminal seperti begal, pencurian kendaraan bermotor, tawuran, hingga aksi premanisme jalanan.
Melalui sistem tersebut, keberadaan personel patroli dapat tervalidasi langsung berdasarkan lokasi dan waktu patroli sehingga patroli tidak lagi bersifat formalitas.
“Dengan sistem ini, patroli tidak lagi sekadar kehadiran anggota di lapangan, tetapi benar-benar terukur, akuntabel, dan dapat diawasi langsung oleh pimpinan,” ujarnya.
2. Dilengkapi fitur "Lapor Pak"

Pola patroli berbasis data tersebut diharapkan membuat respons polisi lebih cepat terhadap potensi gangguan kamtibmas, terutama pada jam dan wilayah yang selama ini rawan aksi kejahatan jalanan.
Selain memvalidasi kehadiran personel, seluruh data patroli juga terhubung langsung ke dashboard pengendalian yang memungkinkan pimpinan memonitor statistik patroli hingga perkembangan situasi keamanan secara cepat dan transparan.
Polda Lampung menilai, sistem ini menjadi bagian transformasi patroli konvensional menuju pola pengamanan modern berbasis teknologi atau data-driven policing.
"Sistem ini turut dilengkapi fitur survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan layanan pengaduan digital “Lapor Pak”, agar masyarakat bisa menyampaikan laporan maupun penilaian pelayanan kepolisian secara langsung dan anonim," jelas Yuni.
3. Seluruh polres jajaran diminta menerapkan patroli QR

Yuni menambahkan, Kapolda Lampung telah menginstruksikan seluruh Polres jajaran menerapkan patroli berbasis QR Code sejak inovasi tersebut diluncurkan pada November 2025.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus menekan angka kriminalitas, khususnya aksi begal dan kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
“Harapannya patroli semakin tepat sasaran, responsif terhadap potensi gangguan kamtibmas, dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi di lapangan,” imbuh kabid humas.

















