Kronologi Penembakan PNS Tewas di Metro, Motif Tagih Utang Rp1 Juta

- Seorang PNS bernama DC tewas ditembak di depan warung ayam gepreknya di Metro, Lampung, setelah cekcok dengan pelaku Fajar Jaya Putra terkait utang Rp1 juta.
- Keributan bermula dari penagihan utang yang berujung adu mulut dan tantangan korban kepada pelaku untuk menembak, hingga pelaku melepaskan dua tembakan menggunakan senjata api rakitan.
- Usai menembak korban, pelaku sempat kabur dan menembakkan senjata ke udara untuk menghalau warga sebelum akhirnya polisi mengungkap motif emosi akibat penagihan utang.
Lampung Selatan, IDN Times - Polda Lampung mengungkap kronologi kasus penembakan terhadap seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Metro diduga dipicu persoalan utang, Sabtu (23/5/2026) malam.
Peristiwa maut tersebut menimpa korban inisial DC (40) warga Kelurahan Ganjar Sari, Kecamatan Metro Barat, Metro tepat di depan sebuah warung ayam geprek miliknya.
Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan mengatakan, pelaku berinisial Fajar Jaya Putra (21) mulanya datang menemui korban DC untuk menagih utang sebesar Rp1 juta. Namun pertemuan tersebut berujung cekcok hingga penembakan.
“Awalnya tersangka datang ke tempat usaha korban untuk melakukan penagihan utang. Kemudian terjadi keributan antara korban dan tersangka,” ujar Indra saat konferensi pers, Senin (25/5/2026).
1. Keributan terjadi di warung ayam geprek

Berdasarkan hasil penyelidikan, Indra mengungkapkan, peristiwa bermula saat saksi MR berada di warung ayam geprek milik korban untuk membantu berjualan sekitar pukul 19.20 WIB. Tak lama kemudian, pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dan langsung menemui korban.
Setelah itu, saksi MR keluar menuju lokasi cucian mobil di dekat warung untuk menonton bareng. Namun beberapa saat kemudian, saksi mendengar suara ribut dari arah warung ayam geprek tersebut.
“Korban sempat berdiri dan mendorong tersangka sehingga terjadi adu mulut. Setelah dilerai warga, keduanya sempat menjauh,” katanya.
2. Korban sempat menantang pelaku menembak

Situasi sempat mereda, namun korban kembali mendatangi pelaku yang saat itu berada di tengah jalan sekitar 10 meter dari lokasi warung. Keributan kembali pecah hingga korban disebut sempat memukul pelaku.
Menurut Indra, pelaku kemudian terpancing emosi setelah korban melontarkan tantangan. “Korban sempat mengatakan, ‘Ya sudah tembak aja kalau lo berani, katanya kemarin lo mau nembak’,” ungkapnya.
Mendengar ucapan tersebut, pelaku langsung mengeluarkan senjata api rakitan yang sudah dibawanya dari pinggang dan menembak korban sebanyak dua kali. “Tersangka mengarahkan senjata api rakitan ke arah korban dan langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali hingga korban terjatuh,” lanjut dia.
3. Pelaku sempat lepaskan tembakan ke udara saat kabur

Pascamenembak korban, Indra menambahkan, pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun upaya tersebut sempat digagalkan dua saksi berinisial MR dan VL yang mencoba menahan pelaku.
Ketiganya sempat terjatuh saat pelaku hendak menaiki sepeda motor. Dalam kondisi panik, pelaku kembali mengeluarkan senjata api dan melepaskan dua tembakan ke arah atas.
“Tersangka melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke udara sehingga warga ketakutan dan tidak berani mengejar,” kata Indra.
4. Polisi ungkap motif penembakan

Indra menambahkan, motif utama penembakan dipicu emosi pelaku saat menagih utang kepada korban. Menurutnya, pelaku memang telah membawa senjata api rakitan sebelum mendatangi lokasi kejadian.
“Karena tersangka merasa emosi saat terjadi keributan, tersangka kemudian mengeluarkan senjata api yang sudah dibawa dan melakukan penembakan terhadap korban,” imbuhnya.
















