Tragis! Pasutri Tersambar Petir di Pesawaran, Istri Meninggal

- Sepasang suami istri di Pesawaran tersambar petir saat pulang dari sawah, peristiwa terjadi di Dusun Bagelen V pada Senin sore, 13 April 2026.
- Sang istri bernama Wiwik Widayati meninggal di lokasi kejadian, sementara suaminya Pratikno mengalami luka ringan dan dirawat di RSUD Pesawaran.
- Kapolres Pesawaran mengimbau warga agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan menghindari area terbuka saat hujan disertai petir.
Pesawaran, IDN Times - Peristiwa tragis menimpa pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Pesawaran. Seorang istri dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir, sedangkan sang suami selamat dengan luka ringan.
Peristiwa nahas ini terjadi di area persawahan berlokasi di Dusun Bagelen V, Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
"Benar, telah terjadi peristiwa warga tersambar petir. Korban dua orang, satu meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan,” ujar Kapolres Pesawaran, AKBP Alfie Granito, Selasa (14/4/2026).
1. Pasutri tersambar saat pulang dari sawah

Alfie menjelaskan, korban meninggal dunia bernama Wiwik Widayati (52), seorang ibu rumah tangga (IRT) dan korban selamat ialah suaminya, Pratikno (55). Keduanya warga Desa Begelen, Kecamatan Gedong Tataan.
Menurutnya, kejadian ini bermula saat keduanya pulang dari sawah dengan berboncengan sepeda motor. Saat melintas di area persawahan terbuka, tiba-tiba hujan deras disertai petir mengguyur lokasi.
“Di tengah perjalanan, petir menyambar dan mengenai kedua korban yang saat itu berada di lahan terbuka,” jelasnya.
2. Istri meninggal di lokasi, suami alami luka

Akibat sambaran petir tersebut, Alfie mengungkapkan, korban Wiwik meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Pratikno mengalami luka ringan dan langsung dievakuasi ke RSUD Pesawaran untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban meninggal dunia di tempat, sedangkan suami korban mengalami luka dan sudah mendapat penanganan medis,” kata kapolres.
3. Polisi imbau warga waspada saat cuaca ekstrem

Pascakejadian tersebut, Alfie menambahkan, jenazah Wiwik Widayati rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Bagelen, Selasa (14/4/2026).
Selain itu, ia turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di ruang terbuka ketika cuaca buruk melanda.
“Kami mengimbau masyarakat agar menghindari area terbuka seperti persawahan saat hujan disertai petir, demi keselamatan,” tegas kapolres.


















