Comscore Tracker

Indahnya Toleransi Beragama Warga Labuhan Dalam Kota Bandar Lampung 

Umat Hinda dan Islam bergotong royong saat hari besar agama

Bandar Lampung, IDN Times - Saling menghargai dan menjaga toleransi antar umat beragama, tak ubahnya menjadi kekuatan untuk menjalani segala bentuk aktivitas di kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut ditunjukan warga beragama Hindu dan Islam di Kelurahan Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjungseneng, Kota Bandar Lampung. Perbedaan keyakinan tak menghalangi mereka untuk saling membantu umat beragama lain yang merayakan hari besar.

Pada momen Hari Raya Natal 2021, IDN Times coba membagikan salah satu kisah inspiratif sikap toleransi antar umat beragama di Kota Bandar Lampung.

1. Kerukunan umat beragama berlangsung sejak puluhan tahun lalu

Indahnya Toleransi Beragama Warga Labuhan Dalam Kota Bandar Lampung Bankom dan Pecalang Hindu Labuhan Dalam melakukan kegiatan bersama. (IDN Times/Istimewa)

Ketua Bantuan Komunis dan Sosial (Bankom) Labuhan Dalam, Septia Wanto mengatakan, sikap saling menghargai dan toleransi antar umat beragama sudah berlangsung sangat lama, atau tepatnya sejak puluhan tahun lalu.

Menurutnya, umat Hindu sekitar selalu mendukung dan membantu kaum Muslim setiap kali merayakan Idul Fitri, Idul Adha, dan hari besar lainnya. Hal serupa juga dilakukan umat muslim saat Hari Raya Galungan dan sebagainya.

"Kami saling bekerja sama. Semisal saat salat Idul Fitri atau salat Jumat, mereka (umat Hindu) ikut membantu berjaga parkir. Ketika upacara Nyepi, Pujawali, hingga Galungan, uamt muslim turun membantu kesiapan hingga menjaga parkir. Pada intinya, kami saling bahu membahu menjaga ketertiban dan kenyamanan saat melaksanakan kegiatan keagamaan," kata dia.

Baca Juga: Lampung Urutan 24 Nasional Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama

2. Belum pernah terjadi konflik

Indahnya Toleransi Beragama Warga Labuhan Dalam Kota Bandar Lampung Bankom dan Pecalang Hindu Labuhan Dalam melakukan kegiatan bersama. (IDN Times/Istimewa)

Wanto menjelaskan, Kelurahan Labuhan Dalam mayoritas dihuni warga beragama Islam dan Hindu. Meski demikian, sejak dahulu hingga hari ini, tak satu pun perselisihan atau konflik dengan latar belakang agama.

"Mayoritas Labuhan Ratu 60 persen Mmuslim dan 30 persen itu Hindu. Lalu 10 persennya lagi dari berbagai macam agama, ada Budha dan Kristen," terang dia.

Kata Wanto, sinergitas antar umat beragama tak lepas berkat jalinan silaturahmi dan komunikasi yang intens terjalin dengan baik. Mereka tanpa memikirkan perbedaan keyakinan setiap individu.

"Selama ini kami tidak pernah ada gesekan. Kita selalu mengedepankan saling menghargai, karena hidup di dunia ini tidak bisa sendiri," sambung Wanto.

3. Kerukunan didukung Pecalang Hindu

Indahnya Toleransi Beragama Warga Labuhan Dalam Kota Bandar Lampung Umat Hindu melakukan persembahyangan Hari Pagerwesi, di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali pada Rabu 3 Februari 2021 (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Dukungan kerukunan antar umat beragama di Labuhan Dalam juga tak lepas dukungan Pecalang Hindu. Mereka merupakan polisi adat Bali. Menurut Nyoman Aditya selaku Ketua Pecalang Labuhan Dalam, pecalang seperti halnya polisi atau petugas keamanan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta mengawasi kelancaran acara adat.

"Pecalang kita bentuk sekitar 2017 kemarin. Kalau di suasana Ramadan, kami pria berpatroli menjaga situasi kondusif saat umat muslim Tarawih. Sedangkan perempuan membagikan takjil saat berbuka puasa," imbuh dia.

4. Kompak melangsungkan vaksinasi

Indahnya Toleransi Beragama Warga Labuhan Dalam Kota Bandar Lampung Vaksinator mempersiapkan alat suntik sebelum menyuntikan vaksin COVID-19 bagi seniman dan budayawan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (19/4/2021). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Kerukunan antar umat beragama di Labuhan Dalam tak hanya berlangsung pada hari besar keagamaan, kendati terjalin di tengah aktivitas lainnya. Terbaru, Pecalang Hindu bersama Bankom menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung melaksanakan vaksinasi.

Kegiatan tersebut berhasil mengundang antusias masyarakat setempat, mengingat masih banyak masyarakat Labuhan Dalam yang belum menjalani program vaksinasi.

"Kemarin kurang lebih vaksinasi disalurkan sebanyak 300 dosis. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan patuh sesuai protokol kesehatan," tandas dia.

Baca Juga: Menag: Moderasi Kunci Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya