Sebut Banjir di Luar Prediksi, Pemkot Balam Siapkan Rekayasa Sungai

- Pemkot Bandar Lampung siapkan rekayasa sungai untuk mengatasi banjir di luar prediksi, terutama di Kali Way Campang.
- Keterbatasan wewenang Pemkot dalam pengelolaan sungai menjadi tantangan, namun upaya bantu semampu dilakukan dengan koordinasi BPJN.
- Kolaborasi semua pihak diperlukan dalam penanganan banjir, termasuk masyarakat dan pemerintah untuk menjaga sungai dan merapikan aliran air.
Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyebut banjir yang terjadi di beberapa wilayahnya pada Kamis (8/1/2026) yang lalu, terjadi di lokasi yang tidak masuk dalam kategori langganan.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyampaikan wilayah yang selama ini kerap terdampak banjir terpantau relatif aman. Menurutnya aliran sungai yang deras di kawasan Sukabumi memicu genangan cukup parah dan berada di luar perhitungan Pemkot.
“Yang lain alhamdulillah aman. Tapi sekarang ini yang di luar dugaan kita, di Sukabumi, aliran air sungainya luar biasa deras,” katanya, Sabtu (10/1/2026).
1. Rencana rekayasa sungai

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Bandar Lampung berencana merekayasa teknis aliran sungai, khususnya di Kali Way Campang. Eva menjelaskan, rekayasa ini bertujuan memecah derasnya aliran air agar tidak langsung mengarah ke permukiman warga.
“Nanti ada satu sungai yang akan kita rekayasa, kita kasih jembatan dan alirannya dipotong supaya air tidak langsung turun deras ke bawah. Itu di Kali Way Campang, nanti Dinas PU yang koordinasi teknisnya,” jelasnya.
2. Keterbatasan wewenang

Eva mengakui adanya keterbatasan kewenangan. Beberapa titik sungai berada di bawah pengelolaan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), sehingga Pemkot harus berkoordinasi sebelum pengerjaan fisik dilakukan.
“Kalau kewenangan balai, kita tidak bisa sembarangan. Tapi kalau warga sudah kebanjiran seperti ini, kita tetap berupaya bantu semampu kita. Alat berat dari PU sudah turun,” ujarnya.
Selain faktor alam dan teknis termasuk ditemukannya satu pintu air yang tidak berfungsi. Eva turut menyoroti masih adanya aktivitas pembuangan sampah ke sungai oleh warga maupun pelaku usaha di bantaran aliran air.
3. Butuh kolaborasi

Eva menekankan penanganan banjir tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Kalau masyarakat menjaga dan pemerintah merapikan, Insyaallah banjir bisa diatasi,” tuturnya.
Pemkot Bandar Lampung menargetkan proses penanganan dan normalisasi sungai dapat segera diselesaikan, mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2026.
















